Connect with us

Berita Terbaru

Nasib Pemilik Bengkel Komodo Spesialis Pemodifikasi Odong-odong usai Laka Maut di Silebu Kragilan

Published

on

Kapolres Serang AKBP Yudha Satria saat mengumumkan status tersangka untuk pemilik Bengkel Komodo yang merupakan bengkel spesialis pemodifikasi odong-odong terkait kecelakaan lalu lintas di Silebu Kragilan yang menewaskan 10 penumpang odong-odong. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Tragedi kecelakaan antara mobil odong-odong dengan kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di wilayah Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, pada Sabtu, 26 Juli 2022 yang menewaskan 10 penumpang memasuki babak baru. 

Dari peristiwa tersebut, selain sopir JL ditetapkan sebagai tersangka, kini penyidik Satlantas Polres Serang kembali menetapkan satu orang tersangka dalam musibah kecelakaan maut tersebut. 

“Hasil penyelidikan dan gelar perkara, penyidik kembali menetapkan satu orang tersangka,” kata Kapolres Serang AKBP Yudha Satria pada Senin, 15 Agustus 2022.

BACA :  Heboh! Warga Keturunan Tionghoa di Solear Ditemukan Tewas Tergantung di Pintu Kamar Rumah

Yudha mengatakan, tersangka baru dalam kasus laka odong-odong yakni perakit sekaligus penjual odong-odong berinisial MA warga Kabupaten Tangerang. 

“MA merupakan perakit sekaligus pemilik Bengkel Komodo di wilayah Tangerang sekaligus merupakan orang yang menjual mobil hasil modifikasi tersebut seharga Rp 55 juta hingga Rp 85 juta tiap unit,” ujar Yudha. 

Meskipun ditetapkan sebagai tersangka namun tidak dilakukan penahanan karena sangat kooperatif dan mengingat ancaman hukuman di bawah 5 tahun. 

“Tersangka Dijerat Pasal 277 serta Undangan Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Angkutan dan Jalan dengan ancaman Pidana 1 tahun penjara serta denda Rp 24.000.000,” jelasnya. 

Sementara, kata Yudha, untuk pemilik kendaraan mobil odong-odong, belum bisa dijadikan tersangka, dan statusnya masih sebagai saksi. 

BACA :  37 Bangli di Sindang Jaya Dibongkar, Warga Bersitegang dengan Petugas

Yudha juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan odong-odong.

“Serta kepada pemilik agar tidak mengoperasikan kendaraan jenis tersebut karena selain berbahaya kendaraan jenis odong-odong melanggar ketentuan Undang Undang Lalu Lintas,” tutup Yudha.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler