Connect with us

Berita Utama

Lagi, Dua Rumah Mewah dan Lahan di Tangsel Disita Kejati terkait Korupsi Kredit Macet Bank Banten Rp 65 M

Published

on

Sebuah rumah disita Kejati Banten. Sepanjang Kamis, 1 September 2022, Kejati Banten kembali menyita aset Rasyid Samsudin, Direktur PT HNW, salah seorang tersangka korupsi kredit macet Bank Banten Rp 65 M. Aset yang disita pada Kamis berupa lahan dan dua rumah.(Istimewa)

Serang – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi atau Kejati Banten kembali melakukan penyitaan bidang tanah dan bangunan milik Rasyid Samsudin (RS), Direktur PT HNW, salah satu tersangka kredit macet Bank Banten Rp 65 miliar.

Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Banten, Ivan Hebron Siahaan mengatakan, penyitaan teranyar dilakukan penyidik pada Kamis, 1 September 2022. Aset yang disita berupa lahan seluas 1.427 M2 yang terletak di Jalan Kampung Rawa Barat, RT 06 RW 16, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Selain lahan, penyidik juga menyita dua rumah mewah di kawasan elit Tangsel yang sertifikatnya atas nama istri RS berinisial IPS.

“Dilanjutkan dengan penyitaan terhadap tanah dan bangunan yang terletak di Perumahan Prima Bintaro, Kavling 2, RT 02 RW 05, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten dan Sertifikat Hak Milik Nomor: 02074/Kelurahan Pondok Betung atas nama IPS (isteri tersangka RS),” ungkap Ivan dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 2 2022.

BACA :  Pelajar Diberi Pelatihan Penanganan Korban Bencana

“Penyitaan juga dilakukan terhadap bidang tanah milik IPS dan bangunan yang terletak di Perumahan Prima Bintaro, Kavling 6, RT 02 RW 05, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten dan Sertifikat Hak Milik Nomor: 02077/Kelurahan Pondok Betung,” sambungnya.

Seluruh aset yang disita, kata Ivan, terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI) oleh Bank banten kepada PT. HNM pada tahun 2017.

“Bahwa kegiatan penyitaan dilaksanakan berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Nomor : PRINT-720/M.6/Fd.1/07/2022 tanggal 08 Juli 2022 perihal penyitaan atas Benda/barang ataupun dokumen yang tekait dugaan Tindak Pidana Korupsi penyimpangan dalam Pemberian Fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI) Oleh Bank Banten Kepada PT.HNM Pada Tahun 2017,” jelasnya.

BACA :  Anggaran Kesehatan Provinsi Banten Belum Sesuai Amanat Undang-undang

Ivan memastikan, penyitaan dilaksanakan jajarannya berdasarkan surat penetapan ijin penyitaan dari Pengadilan Negeri Tangerang, Nomor: 46/pen.pid.ijin.sita/2022/PN.Tng Tanggal 13 Agustus 2022 dan Nomor :40/Pen.Pid.Ijin.Geledah/2022/PN.Tng Tanggal 30 Agustus 2022.

“Bahwa terhadap penyitaan barang bukti tersebut akan dijadikan barang bukti dalam perkara dimaksud, serta untuk penyelamatan kerugian keuangan negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, penyitaan aset RS telah dilakukan Kejati Banten sejak Senin, 22 Agustus 2022 dan Selasa, 30 Agustus 2022.

Aset yang disita pada Selasa, berupa bidang tanah dan bangunan dengan luas 131 meter persegi yang berlokasi di Cideng, Barat Nomor 2C, Kelurahan Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Penyitaan barang bukti itu berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Nomor: PRINT – 720/ M.6/Fd.1/07/2022 tanggal 8 Juli 2022 perihal Penyitaan dan Surat Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 200/Pen.Pin.Sus/TKP/VII/2022/PN.JKT.Pst Tanggal 23 Agustus 2022.

Sementara, pada Senin, 22 Agustus 2022, penyidik Kejati Banten juga melakukan penyitaan dan penggeledahan terhadap aset milik tersangka berinisial RS yang terjerat kasus korupsi.

BACA :  Dijanjikan Rp. 100 Juta, Sopir Angkot Asal Bengkulu Nekat Bawa Sabu 10 Kilogram untuk WBP Lapas Rajabasa Lampung

“Kami lakukan penyitaan satu bidang tanah seluas 629 meter persegi yang berada di Jalan Harja, Pamulang Baru, Kota Tangerang Selatan (Tangsel),” ungkap Ivan pada Rabu, 23 Agustus 2022.

Ivan menambahkan untuk penggeledahan dilakukan di rumah tersangka yang berada di Jalan Prima Bintaro, RT 002, RW 005, Kelurahan Pondok Karya, Pondok Aren, Kota Tangsel.

“Dari hasil penggeledahan penyidik telah mengamankan beberapa dokumen terkait perkara (yang menjerat RS, red),” ujarnya.

“Hasil penyitaan aset dan dokumen milik tersangka akan dijadikan barang bukti dalam perkara tipikor yang menjerat RS,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kejati Banten menahan dua tersangka dugaan korupsi kredit macet Bank Banten 2017 senilai Rp 65 M, Kamis, 4 Agustus 2022.

Dua tersangka yakni Kepala Divisi Kredit Komersial sekaligus Plt Pimpinan Cabang Bank Banten di DKI Jakarta Satyavadin Djojosubroto (SDJ) bersama Direktur Utama PT HNM Rasyid Samsudin (RS).

Kepala Kejati Banten Leonard Eben Ezer Simandjuntak mengatakan, tersangka SDJ ditahan di Rutan Kelas II Serang, berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala
Kejaksaan Tinggi Banten Nomor: PRINT-806/M.6/Fd.1/08/2022 tanggal 04 Agustus 2022.

Kemudian tersangka RS di Rutan Kelas II Pandeglang, berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Nomor : PRINT-807/M.6/Fd.1/08/2022 tanggal 04 Agustus 2022.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler