Karena Miras dan Medsos Ternoda Sudah Kehidupan Remaja Putri 13 Tahun Ini

Date:

ILUSTRASI KORBAN PENCABULAN
Ilustrasi anak perempuan di Cikande, Kabupaten Serang dicekoki miras lalu diperkosa. (Foto: liputan6.com)

Serang – Minuman keras alias miras dan medsos (media sosial) lagi-lagi jadi pemicu terjadinya kejahatan seksual. Mirisnya, yang jadi kembali jadi korban adalah anak-anak.

Kali ini yang jadi korban adalah seorang remaja perempuan 13 tahun warga Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Dia diperkosa seorang pemuda berinisial RA (19) warga Desa Bakung, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Sebelum memperkosa, RA mencekoki korban dengan miras. RA sendiri tega melakukan pemerkosaan karena terpengaruh miras.

Tersangka RA kemudian ditangkap personil Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang setelah melakukan pelaporan di Mapolres Serang, saat nongkrong di pinggir jalan Kampung Panebong, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Ahad malam, 27 November 2022.

Kenal lewat Facebook

Kapolres Serang AKBP Yudha Satria menjelaskan dari keterangan yang didapat korban dengan tersangka berkenalan lewat Facebook. Setelah beberapa kali chatting, tersangka kemudian mengajak untuk ketemuan.

“Pada Minggu sekitar pukul 20.00, korban menemui tersangka yang sudah disepakati,” terang Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Dedi Mirza kepada media, Senin 28 November 2022.

Setelah bertemu dan ngobrol sesaat, tersangka RA kemudian mengajak korban ke rumah temannya di Kampung Kondang, Desa dan Kecamatan Cikande. Setiba di rumah temannya itu, tersangka RA kemudian mengajak korban untuk minum miras jenis anggur merah.

“Korban menolak namun tidak kuasa dipaksa tersangka minum miras. Akibat pengaruh miras, korban mabuk tidak sadarkan diri. Kondisi korban tersebut dimanfaatkan tersangka untuk melampiaskan nafsu bejadnya. Tersangka mengaku 2 kali menyetubuhi korban,” kata Kapolres.

Setelah puas melampiaskan nafsu syahwatnya, tersangka kemudian mengantarkan korban pulang. Setiba di rumah, korban tidak berani menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada orang tuanya.

Meski demikian, orang tua yang curiga melihat perubahan perilaku anaknya kemudian menanyakan kepada korban. Awalnya korban tidak berani berterus-terang namun setelah didesak, korban akhirnya menceritakan jika dirinya telah disetubuhi tersangka dengan cara dicekoki miras.

“Setelah mendapat pengakuan dari anaknya, orang tua kemudian melapor ke Mapolres Serang,” kata Yudha Satria yang juga didampingi Kasihumas Iptu Dedi Jumhaedi.

Setelah menerima laporan dan hasil visum, serta keterangan korban dan saksi, personil Unit PPA yang dipimpin Ipda Rohkidi langsung bergerak mencari tersangka dan berhasil menangkapnya saat sedang nongkrong sekitar pukul 23.00 WIB.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 Ayat (1) dan Ayat (2) Jo Pasal 82 Ayat (1) UU RI No 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 

Author

Terpopuler

Share post:

spot_img

Berita Lainnya
Related

Ketika Bupati Zaki Minta Sekda Maesyal Rasyid Cermat Gara-gara Temuan BPK Rp 153 M

Berita Tangerang - Gara-gara temuan BPK atau Badan Pemeriksa...

Sah! Fahri Pradana Jabat Ketua Gerakan Pemuda Islam Banten, Dedi Kurniadi Jadi Dewan Syura

Berita Tangerang - Aktivis mahasiswa Tangerang, Fahri Pradana resmi...

Prabowo Effect di Pilkada Banten 2024 Tembus 76 Persen Lebih, Siapa Diuntungkan?

Berita Pilkada - Mayoritas warga di Banten akan mempertimbangkan...

Uji Coba Makan Bergizi Gratis Digelar untuk 3.630 Siswa dari Enam Sekolah di Kota Tangerang

Berita Tangerang - Uji coba makan bergizi gratis akan...