Sampai Kapan Kengerian Macam Ini Terus Terjadi? Lihat! Tiga Pelajar di Kabupaten Serang Badannya Tercabik Senjata

Date:

Karyawan Warunk Upnormal
Tawuran pelajar kembali pecah. Kali ini terjadi di Jalan Raya Pamarayan-Tambak, Kampung Babakan, Desa Blokang, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang. Tiga pelajar bersimbah darah. FOTO Ilustrasi: Google/beritahati.com.

Berita Serang – Cerita dari Kabupaten Serang, Provinsi Banten ini semakin memperpanjang deretan kengerian yang terjadi di dunia para pelajar hari-hari ini.

Tiga pelajar badannya tercabik akibat senjata tajam setelah mereka terlibat tawuran di Jalan Raya Pamarayan-Tambak, Kampung Babakan, Desa Blokang, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Jumat, 3 Desember 2022. Tawuran ini melibatkan delapan sekolah di Kabupaten Serang.

Kapolres Serang, AKBP Yudha Satria membenarkan telah terjadi peristiwa tawuran tersebut. Didampingi Kasatreskrim AKP Dedi Mirza dan Kasihumas Iptu Dedi Jumhaedi, Yudha menjelaskan pihaknya responsif setelah menerima laporan dan berhasil mengamankan belasan pelajar.

“Tim Resmob Polres Serang bersama personil Unit Reskrim Polsek Pamarayan bergerak cepat dan berhasil mengamankan 14 pelajar,” terang Yudha kepada media, Minggu, 4 Desember 2022.

Para pelajar yang diamankan, lanjutnya berjumlah 14 orang. Delapan dari 14 pelajar tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka UU Darurat dan pengeroyokan, termasuk tiga pelajar yang luka dan harus dirawat di Puskesmas Pamarayan.

“Jadi selain menjadi korban, ketiganya juga telah ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan Undang-Undang Darurat atas kepemilikan senjata tajam dan masih ada 5 pelaku lainnya yang masih kami kejar,” tegasnya.

Saling Ejek di Media Sosial

Yudha menjelaskan, keributan massal di jalanan antara dua kelompok pelajar dari 8 sekolah SMP dan SMK bermula dari saling ejek dan nantang di media sosial.

“Keributan terjadi di jalanan antara dua kelompok pelajar dari 8 sekolah SMP dan SMK bermula dari saling ejek dan nantang di media sosial, dan selanjutnya kedua kelompok pelajar tersebut sepakat bertemu untuk melakukan aksi tawuran tersebut di Jalan Raya Pamarayan-Tambak hingga mengakibatkan 3 pelajar terkapar bersimbah darah,” ucap Yudha

“Warga yang melihat aksi tawuran tersebut melaporkan kepada petugas Polsek Pamarayan. Berbekal dari laporan itu, bersama Tim Resmob segera bergerak ke lokasi kejadian dan tim gabungan yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban luka-luka ke puskesmas setempat dan personil lainnya memburu para pelaku dan berhasil mengamankan 11 pelajar berikut barang bukti,” jelas Yudha.

Yudha juga menjelaskan dalam hal ini pihaknya berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa empat unit motor, tujuh handphone, lima celurit, sebilah sajam jenis cocor bebek, sebilah sajam jenis grosir dan rekaman video.

Dalam kesempatan itu, Yudha mengungkapkan keprihatinannya atas insiden tawuran antar pelajar yang kembali terjadi. Dia kembali menegaskan kepada orangtua maupun pihak sekolah agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya dan tidak keluyuran di luar jam sekolah.

“Sesuai perintah Kapolda Banten, jika kedapatan membawa sajam, terlebih terlibat tawuran kami akan tindak sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu. Dan jika sayang pada anak, jangan biarkan mereka keluar rumah tanpa ada tujuan yang jelas, bisa jadi anak-anak kita menjadi pelaku dari pada geng motor atau menjadi korban,” tutup Yudha.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Author

Terpopuler

Share post:

spot_img

Berita Lainnya
Related

Ketika Bupati Zaki Minta Sekda Maesyal Rasyid Cermat Gara-gara Temuan BPK Rp 153 M

Berita Tangerang - Gara-gara temuan BPK atau Badan Pemeriksa...

Sah! Fahri Pradana Jabat Ketua Gerakan Pemuda Islam Banten, Dedi Kurniadi Jadi Dewan Syura

Berita Tangerang - Aktivis mahasiswa Tangerang, Fahri Pradana resmi...

Uji Coba Makan Bergizi Gratis Digelar untuk 3.630 Siswa dari Enam Sekolah di Kota Tangerang

Berita Tangerang - Uji coba makan bergizi gratis akan...