Berita Cilegon – Anggota DPRD Kota Cilegon 2024-2029 telah resmi dilantik melalui Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kota Cilegon Masa Jabatan 2024 – 2029 di Gedung DPRD Kota Cilegon, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Cilegon, Rabu, 4 September 2024.
Pengucapan sumpah/janji para wakil rakyat ini dipandu oleh Ketua Pengadilan Negeri Serang Yunto Safarillo Hamonangan Tampubolon.
Rapat Paripurna DPRD Kota Cilegon tersebut juga memutuskan, Ketua DPRD Kota Cilegon 2024 – 2029 sementara dijabat Rizki Haerul Ihwan. Sementara Wakil Ketua dijabat Sodikin.
Rizki Haerul Ihwan diketahui merupakan cucu Almarhum Tb. Aat Syafaat, seorang tokoh Kota Cilegon yang juga wali Kota Cilegon dua periode, 2000-2005, 2005-2010.
Ibu dari Rizki Haerul merupakan mantan Wakil Wali Kota Cilegon 2017-2019, Ratu Ati Marliati. Dia bersama ibunya, Sumarliyah Aat Syafaat turut hadir dalam pelantikan Rizki Haerul Ihwan.
Tujuan Investasi
Pada kesempatan itu Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar menyampaikan selamat kepada para anggota DPRD Kota Cilegon masa jabatan 2024 – 2029 yang baru saja ucapkan sumpah/ janji jabatan. Dirinya juga berpesan dalam pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Al Muktabar mengatakan, Kota Cilegon merupakan daerah tujuan investasi. Karenanya, Kota Cilegon harus mampu memberikan daya dukung lingkungan dan keterlibatan masyarakat.
Menurut Al Muktabar, layanan di Kota Cilegon harus dipertahankan sebagai salah satu basis pembangunan dalam hilirisasi, sehingga Kota Cilegon harus mampu memberikan daya dukung lingkungan dan keterlibatan masyarakat.
“Tugas DPRD telah menunggu yakni tugas merancang anggaran 2025, penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah 2024 – 2029, dan rencana pembangunan jangka panjang daerah 2025 – 2045,” kata Al Muktabar dilansir laman resmi Pemprov Banten.
Dikatakan Al Muktabar, dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045 dengan bonus demografi yang dimiliki, peta jalannya adalah pendidikan berupa peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Hal itu dilakukan guna mempersiapkan para generasi muda untuk mampu menjawab tantangan ketidakpastian di tingkat lokal, regional, bahkan global.
Delapan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten memiliki karakteristik tersendiri dalam agenda pembangunan.
Al Muktabar optimis, dengan sumber daya alam yang berlimpah dan sumber daya manusia yang kuat, pencapaian kesejahteraan masyarakat Indonesia lekas tercapai.
“Sumber daya alam Indonesia berlimpah,” tegasnya.
Al Muktabar juga mengapresiasi inovasi Kota Cilegon dalam rangka intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah.
Dijelaskannya, pada tahun 2025, dana bagi hasil Kabupaten/Kota akan langsung dibayarkan di muka dengan opsen hingga 60 persen