Berita Tangerang – 50 pelaku curanmor alias pencurian kendaraan bermotor yang beraksi di 127 lokasi di Kota Tangerang berhasil digulung Tim Khusus (Timsus) jajaran Polres Metro Tangerang.
Timsus Curanmor ini dibentuk menyusul maraknya kasus pencurian di wilayah hukum Polres Metro Tangerang. Timsus melibatkan Tim Opsnal Satreskrim dan Unit Reskrim Polsek di jajaran Polres Metro Tangerang.
Pembentukan Timsus Curanmor ini terbukti efektif. Dalam kurun dua bulan sepanjang Juli-Agustus 2024, Timsus berhasil mengungkap dan mengamankan 50 orang para pelaku berikut barang bukti kendaraan bermotor sebayak 32 Unit dan dua unit kendaraan roda empat.
“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan selama 2 bulan kemarin, kami telah berhasil melakukan penangkapan terhadap 50 orang tersangka Curanmor. berasal dari 127 TKP di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho saat ungkap kasus Curanmor, Jumat 6 September 2024.
Salah satu pengungkapan kasus curanmor yang menonjol tersebut, lanjutnya, terjadi pada Jumat 2 Agustus 2024 lalu, sekira jam 09.00 WIB. Polisi melakukan tindakan tegas terukur terhadap tersangka curanmor berinisial I alias G (meninggal dunia) karena melakukan tindakan perlawanan menggunakan senjata api (senpi) saat akan ditangkap.
“Adapun peran dari 50 tersangka yang berhasil ditangkap. Terdiri dari 25 orang berperan sebagai pemetik (eksekutor) 21 orang berperan sebagai Joki dan 4 orang penadah hasil kejahatan curanmor ini,” terangnya.
Menurut Zain, para tersangka ini merupakan jaringan atau kelompok lokal Tangerang, Lebak, Pandeglang dan Lampung. Beroperasi secara mobile atau random mencari sasaran pencurian.
Modus operandi yang dilakukan para pelaku lantara lain mengancam menggunakan senjata api (senpi), merusak kunci motor menggunakan kunci leter T dan Y, hingga mengaku sebagai pihak leasing bermodal surat tugas palsu.
“Mereka dijerat dengan pasal Pasal 365 KUHP, Pencurian dengan kekerasan, Pasal 363 KUHP, Pencurian dengan pemberatan, Pasal 480 KUHP dan Pasal 1 ayat (1) dan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan pidana penjara paling lama 12 tahun,” jelasnya.
Dalam hal ini Kapolres menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas terukur terhadap para pelaku curanmor yang meresahkan masyarakat.
Ia juga meminta kepada masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor baik itu R4 maupun R2 untuk memarkirkan kendaraan ditempat yang aman dan selalu gunakan kunci ganda atau kunci tambahan.
“Barang bukti dari 50 tersangka ini adalah 1 senpi rakitan, 1 senjata tajam, 2 mobil (R4), 32 motor (R2), kunci leter T dan Y berikut mata kunci, 5 handphone, rekaman CCTV kejahatan pelaku di TKP dan 12 STNK, Dari seluruh tersangka yang ditangkap semua dilakukan penahanan dan proses lanjut,” imbuhnya.
Editor: Darussalam Jagad Syahdana