Connect with us

Berita Pemda

Pemkab Serang Gelontorkan Anggaran Rp4 Miliar Bangun 20 Ponpes Salafi

Published

on

FOTO ILUSTRASI Bangunan kamar milik Ponpes Lita’Dibi Shibyan yang hangus terbakar. (Dok. BantenHits.com)

Serang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang pada tahun 2021 mengalokasikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp4 miliar. Dana tersebut diperuntukan pembangunan 20 pondok pesantren (Ponpes) salafi yang tersebar di 29 Kecamatan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Serang, Febrianto mengungkapkan, untuk bantuan ponpes salafi tahun 2021 pihaknya akan selektif sesuai dengan misi program Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yakni meningkatkan sarana keagamaan.

“Insya Allah sekitar 300 ponpes dari total yang sudah ada yang belum kita bantu. Tahun 2021 yang hibah bangunan Rp200 juta dari Perkim sebanyak 20. Sedangkan yang dari Bagian Kesra sekitar 70 ponpes mendapatkan bantuan stimulan,” ujarnya dalm keterangan tertulis yang diterima BantenHits.com, Jum’at, 18 Desember 2020.

BACA :  Hore! Awal Mei Puluhan Ribu Warga di Ibukota Banten Dapat Bantuan Rp200 Ribu dari Pemerintah

Ia menjelaskan, bantuan stimulan setiap tahun itu dalam bentuk uang dengan jumlahnya variatif. Dimana setiap ponpes salafi mencapai Rp15 hingha Rp20 juta.

“Ini bantuan stimulan, tapi ponpes yang mendapatkan bantuan hibah bangunan dari Perkim tidak akan mendapatkan bantuan stimulan ini,” terang Febrianto.

Sementara Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, salah satu program keagamaan yakni bantuan untuk ponpes salafi lebih kepada bentuk fisik yang sudah berjalan sejak tahun 2017 lalu. Meski menganggarkan tidak banyak, namun setiap tahunnya selalu dianggarkan.

“Ada 20 ponpes salafi untuk tahun 2021, setiap ponpes mendapatkan Rp200 juta dan sudah ada calon penerima hibah bangunan itu,” katanya.

Berkait bantuan hibah bangunan tersebut disalurkan dan dibangun oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang dan dipihak ketigakan. Artinya, pihak ponpes hanya menerima bangunan saja.

BACA :  25 Penyuluh Perikanan di Banten Dibekali Ilmu Cuaca oleh BMKG

“Nanti dari Dinas Perkim datang ke masing-masing ponpes menanyakan bangunannya mau dipakai untuk bangunan apa, tergantung kebutuhan mau itu dibangun untuk kobong atau ruangan untuk pengajian atau majelis. Jadi anggaran segitu Rp200 juta disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing ponpes,” tuturnya.

Kendati demikian, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Serang ini berharap, kedepan untuk setiap tahunnya bantuan hibah bangunan untuk ponpes salafi bisa mencapai 30 atau 50 (titik) bahkan sampai mendekati jumlah ponpes salafi yang ada di Kabupaten Serang.

“Kondisi ponpes salafi harus di intervensi Pemda dan Provinsi, kalau bicara pendidikan agama tentunya sarana prasarana harus kita siapkan supaya masyarakat dan anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” ucap Tatu.

BACA :  Mulai 1 April, KA Lokal Rangkasbitung-Merak Berhenti Beroperasi

Editor: Mursyid Arifin



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler