PT Krakatau Posco dan ITB Sukses Aplikasikan Slag Baja untuk Perkuat Struktur Pondasi Jalan di Papua, Begini Penampakannya!

Date:

Aplikasi slag baja dilakukan di dalam kawasan PT Bio Inti Agrindo (BIA) yang merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit berlokasi di Asiki, Papua, pada 6 Maret 2023.(Foto: Dok. PT Krakatau Posco dikirim untuk BantenHits.com)

Berita Banten – PT Krakatau Posco bersama Institut Teknologi Bandung atau ITB, sukses mengaplikasikan slag baja dalam perbaikan tanah lunak (soft soil improvement) guna memperbaiki akses jalan di Provinsi Papua.

Slag baja merupakan produk samping dari proses pembuatan baja (steel making) yang ramah lingkungan dimana penggunaannya dapat mencegah terjadinya banjir serta tanah longsor sebagai akibat dari aktivitas penambangan material alam.

“Aplikasi slag baja dilakukan di dalam kawasan PT Bio Inti Agrindo (BIA) yang merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit berlokasi di Asiki, Papua, pada 6 Maret 2023,” kata Corporate Secretary Team Leader PT Krakatau Posco, Vicky Muhammad Rosyad Fadillah melalui keterangan tertulis kepada BantenHits.com, Rabu, 24 Mei 2023.

Vicky menjelaskan, soft soil improvement yang jadi ajang pengaplikasian slag baja di kawasan PT BIA, Papua, merupakan teknik perbaikan tanah lunak dengan mengubah karakteristik tanah dengan tindakan fisik seperti getaran ataupun dengan cara pencampuran tanah dengan bahan yang lebih kuat.

Tujuan dari penggunaan metode ini ialah untuk meningkatkan kekuatan struktur pondasi jalan sehingga jalan akan stabil pada saat dilewati kendaraan terutama kendaraan berat.

“Slag Baja dalam hal ini berupa agregat slag dapat dimanfaatkan untuk berbagai aplikasi, mulai dari konstruksi, pupuk, bahan perbaikan tanah lunak sampai proses pembuatan semen,” terangnya.

Bisa Kurangi Biaya Bahan Baku

Penampakan penggunaan slag baja produk PT Krakatau Posco untuk perbaikan struktur jalan di Papua. (Foto: Dok. PT Krakatau Posco untuk BantenHits.com)

Direktur Technology and Business Development PT Krakatau Posco, Zaenal Arifin Muslim mengungkapkan, saat memperbaiki ruas jalan sepanjang 800 meter pada akses jalan perkebunan PT BIA, Papua, digunakan sekitar 7.500 ton agregat slag baja dengan metode konstruksi pencampuran antara 70% soft soil dan 30%agregat slag.

“Pada aplikasi perbaikan tanah lunak, agregat slag dapat menyerap air yang terdapat di tanah lunak dan selanjutnya akan mengeras karena mempunyai sifat pozzolan seperti semen,” jelasnya.

“Keutamaan lain dari penggunaan bahan agregat slag ini ialah dapat mengurangi biaya bahan baku karena memiliki harga yang lebih murah namun berkualitas baik,” sambungnya.

Hasil dari uji lapangan, kata Zaenal, penggunaan agregat slag mencatat rata-rata rasio kekuatan dasar jalan (CBR: California Bearing Ratio) yang dihasilkan mencapai 99%, yang artinya memiliki ketahanan yang tinggi di mana standar minimum CBR ialah 90%.

“Dengan melihat kualitasnya yang baik, hal ini tentunya berpotensi untuk meningkatkan penggunaan agregat slag yang lebih luas di skala nasional,” paparnya.

Zaenal menambahkan, karena Indonesia memiliki sekitar 10% tanah lunak dari luas area Indonesia atau sekitar 20 Juta Ha, diharapkan inovasi yang Krakatau Posco lakukan ini dapat meningkatkan potensi penggunaan slag baja pada kebutuhan-kebutuhan sejenis ini.

“Di tahun lalu, slag baja Krakatau Posco telah mencapai tingkat daur ulang (recycle rate) sebesar 99,9%. Pada tahun ini, Krakatau Posco telah menjadi pionir dan akan terus memberikan usaha terbaiknya dalam praktik ESG (Enviromental, Social, and Governance) dalam memberikan kebermanfaatan dari produk sampingan baja,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 

Author

Terpopuler

Share post:

Berita Lainnya
Related