Connect with us

BABAD BANTEN

Asal Kata “Bantam” dalam Dunia Tinju Berasal dari Banten

Published

on

Menyebutkan kata “bantam”, yang pasti terlintas dalam kepala kita adalah kelas dalam olahraga tinju. Kelas bantam. Dalam kelas bantam ini, Elyas Piccal sukses menjadi salah satu legenda Indonesia di dunia tinju.

Namun di balik penggunaan kata “bantam” untuk kelas bantam dalam tinju ini, pembaca sekalian mungkin tak pernah mengira kalau kata “bantam” tersebut berasal dari Banten, propinsi ke-29 di Indonesia.

Ada cerita turun temurun yang kemudian ditularkan dari mulut ke mulut warga Banten, mengenai kata “bantam” yang digunakan untuk salah satu kelas dalam olah raga tinju ini.

Kelas bantam dalam dunia tinju ini, ternyata menurut cerita masyarakat Banten adalah untuk menggambarkan karakteristik orang Banten: bersosok kecil tapi berani.

“Makanya dalam tinju kelas bantam kan orangnya kecil-kecil,” kata Aeng Khaerudin salah seorang warga Serang, Banten.

Cerita masyarakat Banten tentang asal muasal kata “bantam” dalam kelas tinju ini, menarik sekali untuk ditelusuri kebenarannya.  

BACA :  Jejak Peribahasa ‘Kecap Nomor 1’ dari Benteng Tangerang

Dalam Kamus Sejarah yang ditulis Robert Cribb dan Audrey Kahin, redaksi Banten Hits.com menemukan kata “Bantam” untuk penjelasan mengenai “Banten”. Tidak dijelaskan dalam kamus tersebut, bagaimana latar belakang kata “Bantam” bisa ada dalam penjelasan untuk “Banten”.

Dalam kamus yang diterbitkan Komunitas Bambu pada Juli 2012 itu, hanya ditulis Banten (Bantam). Lalu kemudian dijelaskan, Banten terletak di pesisir utara Jawa Barat dan direbut oleh tentara Islam dari kesultanan Demak pada 1527….dst.

Berdasarkan catatan dalam Kamus Sejarah Robert Cribb dan Audrey Kahin  ini, kuat dugaan memang, kata “bantam” memiliki hubungan yang erat dengan Banten seperti cerita turun temurun yang diyakini masyarakat Banten ini.

Sementara itu, Gustaf Kusno menulis hal serupa mengenai kata “bantam” di forum “Kompasiana” berjudul, “‘Bantam’, Kata Indonesia yang Mendunia”. Tulisan tersebut diposting tanggal 23 September 2012.

BACA :  Golkar, Sejarah yang Hilang

Gustaf Kusno menuliskan, kata ‘bantam’ ini mulai terkenal sekitar tahun 1740 pada saat armada VOC mendarat pertama kalinya di pelabuhan Bantam di teluk Sunda. Di situ, mereka melihat ayam jantan berukuran mini tetapi dengan keberanian dan agresivitas yang bahkan dapat mengalahkan ayam jago yang berukuran dua atau tiga kali tubuhnya. Ayam yang mereka namakan ‘bantam rooster’ ini kemudian diekspor ke negara Eropa untuk dibudidayakan.

Istilah ‘bantam’ ini mungkin terdengar sedikit asing di telinga kita, tetapi sesungguhnya dia tak lain adalah penyebutan kota Banten di masa baheula.

Masih menurut Gustaf Kusno, karakteristik ‘kecil tapi pemberani’ ini kemudian dilekatkan pada kata ‘bantam’ pada kisaran tahun 1837. Pada waktu pembagian klasifikasi petinju berdasarkan berat badan di tahun 1884, terjadilah penyebutan ’kelas bantam’ dan terbukti kelas ini menghasilkan petinju-petinju hebat. Pada masa Perang Dunia I, di negara Inggris terlahir ’batalyon bantam’ yang mempunyai sejarah yang unik.

BACA :  Peristiwa Lengkong Kembali Dikenang

Batas minimal tinggi badan bagi calon tentara di Inggris adalah 5 kaki 3 inci. Di kota Birkenhead, Cheshire, anak-anak muda pekerja tambang yang berbadan kekar, ditolak untuk ’masuk tentara’ karena tinggi badan mereka di bawah persyaratan minimal.

Sayang, Gustaf Kusno tak menjelaskan dalam tulisan ini, mengenai sumber yang menjadi referensi.

Sejarah memang mencatat, nama besar Banten sudah mendunia sejak dahulu kala. Namun ironisnya, catatan mengenai ihwal berdirinya Banten dan peristiwa-peristiwa penting tentang Banten jarang sekali ditemukan di propinsi ini.

Pendiri bangsa Indonesia Soekarno pernah berkata, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan perjuangan para pendiri bangsanya….(Darussalam) 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Widi

    18/12/2019 at 15:53

    Kayanya salah deh. Bantam tuh diambil dari bahasa inggris, yang artinya ayam kate.
    Karena yang ada dikelas ini badanya kecil2 makanya dipake istilah bantam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler