Connect with us

METROPOLITAN

Sebelum Tewas Tertembak, Santri Asal Pandeglang Sempat Buatkan Meja untuk Ibunya Berjualan

Published

on

Pemakaman santri asal Pandeglang yang tewas tertembak

Forkopimda Pandeglang bersama warga ketika memakamkan jenazah santri asal Pandeglang yang tewas tertembak saat Aksi 22 Mei. (BantenHits.com/Engkos Kosasih)

Pandeglang – Abdul Aziz (27), santri salah satu pondok pesantren di Cirebon, warga Kampung Rocek Barat, Desa Rocek, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, tewas tertembak saat mengikuti aksi 22 Mei 2019.

Abdul Aziz dikenal sosok pemuda yang menjadi andalan keluarga. Selain kesibukan mengaji, dia kerap membantu orangtua dan pandai menyenangkan adik-adiknya.

Johani, ayah korban mengatakan, sebelum pamit ke Jakarta. Aziz sempat membuatkan meja untuk orangtuanya berjualan di Pasar Cimanuk. Usai membuat meja, pagi itu juga Azis langsung mengantarkan meja yang dia buat ke pasar.

“Tidak ada pembicaraan aneh, cuma dia sempat membikinkan meja untuk ibunya berjualan di Pasar Cimanuk dan langsung dibawakan ke pasar. Udah itu dia izin mau ke Jakarta,” kata Johani, 22 Mei 2019.

Menurut Johani, santri di salah satu pondok pesantren di Cirebon itu sempat meminta izin untuk menemui keluarga di Jakarta. Mendengar itu, Johani langsung mengizinkan dan berpesan agar Aziz hati-hati dijalan.

“Ijin, berangkat dari rumah jam 9 pagi, izinnya berangkat sendirian, keberangkatan Azis ke Jakarta itu mengunjungi keluarga di sana. Enggak tau mau demo,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending