Connect with us

METROPOLITAN

Awas! Asap Tebal dari Kebakaran TPSA Bagedung Tutupi Jarak Pandang Pengguna Jalan di JLS Kota Cilegon

Published

on

Asap tebal dan berbau menyengat menutupi Jalan Lingkar Selatan atau JLS Kota Cilegon, sehingga membuat jarak pandang pengguna jalan terbatas. Asap juga membuat warga di dua kecamatan terganggu.(BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Pengendara yang melintas di Jalan Lingkar Selatan atau JLS Kota Cilegon, mengeluhkan adanya asap tebal yang berasal dari terbakarnya sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung sejak Sabtu, 3 Agustus 2019.

Selain menggangu jarak pandang, asap tebal juga membuat masyarakat yang tinggal di dua Kecamatan yakni Kecamatan Cilegon dan Cibeber terganggu aktivitasnya. 

“Sampai tidak kelihatan 20 meter ke depan. Harus extra hati-hati karena kendaraan di depannya gak kelihatan, dan juga takut ada lobang di jalan,” kata Maulana, salah seorang pengendara sepeda motor, Senin, 5 Agustus 2019.

BACA :  Jalan Rusak di Lebak, Warga Menulis di Kaca Mobil yang Berdebu; "Aweh Tiap Hari Begini Bu Bupati!"

Pantauan BantenHits.com, asap tebal menyelimuti di beberapa titik lokasi. Asap tebal juga mengeluarkan bau menyengat. Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan, pemotor maupun pejalan kaki yang melintasi lokasi yang terdampak bahkan mengenakan masker.

Siti Anjarsari, salah seorang warga yang tinggal di BBS II, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon kota, Cilegon mengatakan, akibat asap tebal yang terasa di pemukiman warga membuat gangguan pada pernafasan. 

“Kebakarannya itu kan dari kemarin ya, cuma baru hari ini asap itu sampai ke sini sampai masuk ke dalam rumah juga,” ungkapnya. 

Sementara itu Kasi Operasi Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon, Nanung Eko Siswanto membenarkan bila tebalnya asap yang masuk ke lingkungan pemukiman warga itu merupakan dampak dari insiden kebakaran sampah di TPSA Bagendung. 

BACA :  Pemprov Banten Belum Terima Salinan SK Pemberhentian Ratu Atut

“Dua hari pemadamannya. Semalam saja kita lakukan pemadaman sampai jam 01.00 WIB, kita juga keterbatasan air karena juga kan berbarengan dengan listrik padam,” bebernya. 

Nanung memaparkan bahwa saat ini pihaknya terus berupaya secara maksimal untuk mengantisipasi agar asap tebal sebagai dampak kebakaran dari areal sampah yang mencapai 3 hektare tersebut tidak sampai masuk ke pemukiman warga.

“Kita bahkan sudah menghabiskan 24 jerigen foam dengan cara disuntikkan ke sampah sebelum disemprot. Tapi setelah selesai, ternyata tetap angin bertiup ke arah pemukiman mulai dari JLS itu,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler