Connect with us

METROPOLITAN

Soal Pejabat Pemkab Pandeglang Posting ‘Banser Diam soal Papua’ di Facebook, GP Ansor Memaafkan tapi Proses Hukum Lanjut

Published

on

Ketua GP Ansor Pandeglang Lukman Hakim (tengah) memberikan keterangan soal postingan Facebook pejabat Pandeglang yang diniai menghina Banser. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Pejabat Pemkab Pandeglang Rahmat Zultika, yang menduduki posisi Sekretaris DPUPR, semakin tersudut setelah GP Ansor Pandeglang memutuskan ‘keukeuh’ memproses hukum postingan Rahmat di Facebook Agustus 2019 lalu.

Selain meminta proses hukum di kepolisian berjalan, GP Ansor Pandeglang juga meminta Inspektorat Pandeglang memproses dugaan penghinaan Rahmat tersebut.

Terkait soal postingan yang intinya berisi ‘Banser Diam soal Kerusuhan di Papua’, Rahmat Zultika telah menyampaikan permohonan maaf. Bahkan, Inspektorat Pandeglang mempertemukan Rahmat dan GP Ansor untuk mediasi, Jumat, 4 Oktober 2019.

BACA :  Paripurna Istimewa HUT ke-19 Kota Cilegon Sepi

Ketua GP Ansor Pandeglang, Lukmanul Hakim mengatakan proses mediasi anatara Banser dengan Sekdis DPUPR Pandeglang itu menghasilkan permohonan maaf dari Rahmat. Meski demikian, Lukman meminta proses hukum tetap berlanjut.

“Kami secara pribadi memaafkan, tetapi tidak secara organisasi karena kasus ini sudah menjadi atensi (Banser) pusat,” kata Lukman.

Oleh karena itu, Lukman beraharap Inspektorat Pandeglang dapat bijak dalam menangani kasus tersebut. Dia juga menegaskan, tidak akan mencabut laporan bak dari Inspektorat maupun Kepolisian.

“Kita berharap kepada Inspektorat, kasus tetap berlanjut, begitupun di Kepolisian, karena sebagai ASN nyata-nyata telah memberikan preseden buruk, sudah tidak layak lagi jadi pejabat, dan harus mendapat sanksi yang tegas,” ungkapnya.

BACA :  Berkedok Salon Potong Rambut, Lokalisasi Esek-Esek di Cilegon Digerebek Polisi

Di tempat yang sama Kuasa Hukum GP Ansor Pandeglang, Asafatul Komar menganggap jika kasus dugaan penghinaan yang dilakukan Rahmat Zultika terhadap Banser di media sosial masuk ranah pidana. Namun, dia menunggu proses hukum yang berlaku.

“Yang jelas kita adalah negara hukum, kita berproses secara hukum, mengedepankan secara hukum, bukan emosi,” tambahnya.

Dalam unggahan Facebook pribadinya itu, Rahmat Zultika melontarkan pernyataan yang diduga menghina Banser. Dia menyebut bahwa Banser diam saja terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM), bahkan terkesan tidak berani.

OPM merupakan organisasi yang pro kemerdekaan Papua, bahkan OPM sendiri sering kontak senjata dengan TNI-Polisi hingga memakan korban, salah satunya anggota Polda Papua, Briptu Heidar yang tewas ditangan anggota OPM.

BACA :  Lima Pelaku Pembius TKW di Bandara Dibekuk Polisi

“Banser yg moncongnya bilang NKRI harga mati. Terhadap sparatis OPM langsung mingkem. Ga (Enggak) ada suaranya. Plongo,” tulis Rahmat dalam unggahan Facebooknya yang dilihat BantenHits. com, Kamis, 29 Agustus 2019.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler