Putus Mata Rantai Penyebaran Virus Corona, 11 Ruang Publik di Kota Cilegon Disemprot Disinfektan

Date:

Petugas melakukan penyemprotan di Pelabuhan Merak. Ada total 11 ruang publik di Cilegon yang dilakukan Forkopimda Cilegon secara massal, Selasa, 31 Maret 2020.(BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Sedikitnya 11 ruang publik di Kota Cilegon disemprot disinfektan secara massal oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Cilegon, Selasa, 31 Maret 2020.

Penyemprotan dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kota Baja yang angka kasusnya terus meningkat.

Pantauan BantenHits.com, unsur Forkopimda yang hadir di antaranya Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi; Wakil Wali Kota Cilegon Ratu ati Marliati; Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana; Ketua DPRD Cilegon, Endang Efendi; Kajari Kota Cilegon, Andi Mirnawati; serta Dandim 0623 Cilegon, Letkol Arm Rico Ricardo Sirait.

Sebelum melakukan penyemprotan massal di 11 titik lokasi yang sudah ditentukan, unsur Forkopimda berkumpul di Kantor Wali Kota Cilegon untuk melakukan rapat koordinasi.

Mereka kemudian bergerak ke Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak. Di lokasi ini Forkopimda melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh sarana dan prasarana pelabuhan.

Tak hanya di pelabuhan milik PT ASDP Indonesia Ferry, selanjutnya penyemprotan juga dilakukan di Terminal Terpadu Merak.

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, penyemprotan ini dilakukan serantak di seluruh indonesia dengan melibatkan seluruh jajaran TNI, Polri dan unsur pemerintah daerah.

Selain di beberapa titik di Kota Cilegon, pihaknya juga melakukan hal yang serupa di beberapa titik di wilayah Kabupaten Serang.

“Hari ini sesuai perintah penyemprotan dilakukan serentak seluruh Indonesia untuk ini TNI Polri bersama dengan gugus tugas BPBD serta pemerintah daerah untuk sama-sama melakukan penyemprotan serentak,” kata Yudhis.

“Ini salah satu kegiatan pencegahan penyebaran virus corona di Kota Cilegon. Selain itu terdapat tiga titik yang masuk Kabupaten Serang kita lakukan penyemprotan,” sambungnya.

Yudhis juga berpesan kepada masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah tidak melakukan kegiatan kumpul-kumpul.

“Untuk itu kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berkumpul atau sosial distancing. Apabila itu tidak bisa dihindari kita bisa melakukan jaga jarak satu meter sampai satu setengah meter agar penyebaran dapat diputus mata rantainya. Karena orang sehat itu belum berarti dia tidak terpapar karena daya imunnya kuat sehingga dia tidak sakit, tapi belum tentu dengan terpapar dengan orang lain yang daya imunnya sama sehingga orang itu juga bisa terpapar,” imbaunya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 

Author

Terpopuler

Share post:

Berita Lainnya
Related