Connect with us

METROPOLITAN

Akses ke Pantai Anyer Ini Dulu Pernah Terputus karena Longsor, Ternyata Proyek Perbaikannya Diduga Dikorupsi

Published

on

Kepala Kejari Cilegon Andi Mirnawaty saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kota Cilegon terkait dugaan korupsi pada proyek perbiakan Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang merupakan akses ke Pantai Anyer. Jalan ini pada April 2018 ambrol diterjang banjir.(BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon telah mengantongi sejumlah nama terindikasi menjadi tersangka terkait kasus dugaan korupsi Jalan Lingkar Selatan (JLS) sepanjang 2 kilometer. JLS merupakan akses ke Pantai Anyer.

Meskipun telah memasuki tahapan penyidikan namun Kejari Cilegon masih belum nama calon tersangka. Pasalnya, pihaknya masih menunggu penghitungan kerugian negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Penyebutan nama untuk penetapan tersangka tidak masalah kalau sudah P21, lebih dari dua orang. Saat ini kita sedang menunggu penghitungan kerugian negara oleh BPKP,” kata Kepala Kejari Cilegon Andi Mirnawaty, kepada awak media, Rabu, 24 Juli 2019.

BACA :  Meresahkan, 6 Preman di Cikupa Diciduk

Andi mengungkapkan, dilakukannya proses pemeriksaan kasus dugaan korupsi JLS yang saat ini namanya sudah diubah menjadi jalan Aat Rusli tersebut bedasarkan laporan dari masyarakat pasca robohnya jalan yang berada di Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, April 2018 lalu.

“Pemeriksaan tidak hanya di lokasi ambrolnya jalan melainkan seluruh ruas jalan yang masuk dalam satu paket pengerjaan. Dalam paketnya, pengerjaan itu sepanjang dua kilo lebih dengan nilai proyek kurang lebih Rp12 miliar,” beber Andi.

Dalam proses tersebut pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang berkaitan seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) hingga pihak ketiga yakni kontraktor yang mengerjakan proyek jalan tersebut. 

BACA :  Polsek Cikande Temukan Miras Dijual di Warung Sembako

Pada bagian yang sama Kasi Intel Kejari Cilegon David Nababan menambahkan, bahwa kasus dugaan korupsi tersebut ditargetkan akan segera disidangkan pada tahun ini. Pasalnya pada tahun 2020 di kota Cilegon telah di mulai pemilihan kepala daerah.

“Dikhawatirkan digiring ke arah politik, jadi kita target selesaikan di tahun ini,” tandasnya.

Editor: Darusalam Jagad Syahdana

 



Terpopuler