Connect with us

METROPOLITAN

53.509 Hektare Lahan Pesawahan di Pandeglang Belum Terdaftar Asuransi

Published

on

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Budi Januardi mengaku akan segera melaksanakan Pasar Murah mengantisipasi lonjakan harga daging menjelang hari raya Idul Fitri. (BantenHits.com/Engkos Kosasih).

Pandeglang – Dari 54.739 hektar lahan ,baru 1,230 hektar lahan persawahan di Kabupaten Pandeglang sudah diasuransikan oleh pemilik maupun penggarap. Namun jumlah itu masih jauh dari angka yang diharapkan.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Pandeglang, Budi Januardi menyebut, jumlah lahan yang sudah diasuransikan seluas 1,230 hektar, hanya 41 persen dari target 3,000 hektar yang ditetapkan tahun ini.

“Dari target 3000 hektar yang masuk asuransi saat ini baru 41% atau 1,230 hektar,” sebutnya, Rabu, 24 Juli 2019.

BACA :  Akhir "Petualangan Wartawan 3 Zaman" Lukman Hakim

Budi mengakui masih banyak pemilik lahan atau penggarap yang belum tergerak untuk ikut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Padahal Budi menjelaskan, banyak kelebihan yang didapatkan jika petani mengasuransikan lahannya terutama saat mereka gagal panen.

“Nanti kalau kuotanya habis dari 3,000 hektar itu akan ditambah lagi. Sementara ini terus dinamis ada penambahan,” jelasnya.

Budi menerangkan, AUTP menawarkan ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektare dengan masa pertanggungan sampai masa panen atau sekitar 4 bulan. Premi yang dibayarkan sebesar Rp180 ribu per hektare.

“Tetapi petani hanya membayar Rp36 ribu per hektare per masa tanam dan sisanya Rp144 ribu ditanggung oleh pemerintah,” sambung Budi.

BACA :  Ramai-ramai Padati Jalur Pantai Anyer padahal Pandemi Covid-19 Belum Usai, Ini Akhirnya yang Dialami Ratusan Wisatawan di Banten

Oleh karena itu dirinya mendorong petani untuk mendaftarkan lahannya mengikuti AUTP. Terutama saat musim kemarau seperti saat ini yang diprediksi akan lebih lama. Sehingga jika tanaman mereka gagal panen, bisa mendapat asuransi untuk menutupi kerugian yang dialami.

“Kan kalau terjadi kekeringan atau gagal panen dibayarkan Rp6 juta per hektar,” tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler