Connect with us

Berita Utama

Ingin Tampung Sampah dari Tangsel, Tumpukan Sampah di TPA Cilowong Ternyata Sudah Capai 15 Meter

Published

on

ILUSTRASI SAMPAH PLASTIK DI TANGSEL

Ilustrasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (Dok.BantenHits.com)

Serang – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, Kota Serang, Banten, saat ini sudah mencapai 15 meter. Tumpukan ini terus bertambah, seiring banyaknya sampah yang dibuang ke sana.

Ditambah, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) rencanaya akan mengirim sampah sebanyak 400 ton sehari ke TPSA yang dibangun tahun 1995 itu. Rencana itu tertuang dalam MOU antar Pemkot Tangsel dan Pemkot Serang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Ipyanto mengaku, masih keterbatasan dalam mengelola sampah di TPSA tersebut. Saat ini saja, DLH hanya memiliki 25 armada pengangkut sampah.

Jumlah armada itu kata Ipyanto belum maksimal, mengingat konsumsi sampah dari masyarakat Kota Serang yang masuk ke TPSA Cilowong mencapai 800 ton per-hari. DLH sendiri belum memiliki rencana strategis untuk mengurai masalah sampah di TPSA tersebut.

BACA :  Terlalu! Sudah Tiga Bulan Ribuan Perangkat Desa di Lebak Belum Gajian

“Kita pikirkan setelah TPSA overload (Kelebihan Beban) selanjutnya bagaimana kelola sampah kedepannya. Saat ini gundukan sampah sudah 15 meter, dengan keterbatasan kami tetap jalan saya tidak butuh pengakuan tapi saya butuh dukungan butuh support,” katanya, Selasa 2 Februari 2021.

Menurut Ipyanto, di TPSA Cilowong sudah terdapat dua mesin Karbon yang didatangkan dari Aceh. Mesin itu bisa memproduksi sampah menjadi bahan asap cair, karbon dan bahan bakar seperti bensin serta solar, juga bisa mengelola lindi dan air bersih.

“Saya mencoba manfaatkan karya anak bangsa, sudah ada dua mesin Karbon, dan tidak ada yang mengunakan uang pemerintah Kota Serang,” ungkapnya.

Mengantisipasi terjadi kembalinya kejadian longsor yang mengakibatkan satu orang tewas dan tidak ditemukan, kini gundukan sampah di TPSA Cilowong dibuat Piramid.

BACA :  Cegah Tawuran Usai UN dengan Siraman

“Ini langkah saya supaya tidak lagi longsor. Saya setres kalau ada hujan, mungkin bapak-bapak sekalian bisa tidur nyenyak saya terus pantau takutnya longsor,” keluhnya.

Ipyanto berkomitmen, menjelang masa pensiun sebagai PNS dan menjabat Kepala DLH Kota Serang, akan terus bergerak dan bersemangat dalam menjalankan tugasnya.

“Menjelang pensiun saya tidak menyerah, masih semangat, saya selesaikan tugas semaksimal mungkin,” tungkasnya.

Editor : Engkos Kosasih



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler