Connect with us

Berita Terbaru

Kasus Covid-19 di Kab. Tangerang Diprediksi Melonjak; Pusat Perbelanjaan, Pemakaman hingga Pasar Pemicunya

Published

on

Jubir Satgas penanganan percepatan Covid-19 Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmizi. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmizi mengaku sampai saat ini pihaknya belum menemukan adanya kasus baru positif Covid-19 yang berasal dari kluster hari raya. 

Meski begitu, menurutnya potensi lonjakan kasus baru sangat mungkin terjadi. Terlebih aktivitas kerumunan masyarakat saat menjelang lebaran cukup tinggi terutama di pusat-pusat perbelanjaan. 

“Pastilah, kalau namanya keramaian pasti ada potensi (lonjakan). Kalau pantauan kami kerumunan paling banyak terjadi di pusat perbelanjaan kalau sekarang di tempat pemakaman umum dan pasar-pasar tradisional,” Kata dr. Hendra kepada BantenHits.com, Kamis 13 Mei 2021. 

BACA :  Pelaku Pencabulan 13 Anak di Cilegon Diduga Alami Kelainan Seksual

Ia memperkirakan, kasus-kasus baru positif Covid-19 kemungkinan akan ditemukan dalam usai momen lebaran selesai. Karena, biasanya masa inkubasi seseorang yang terinfeksi virus Corona terjadi dalam rentang waktu 7-10 hari. 

“Sekarang tanggal 13 Mei berarti kita mantaunya itu antara tanggal 20 sampai 27 Mei. 7-10 hari setelah lebaran baru keliatan ada peningkatan atau nggak. Kalau sekarang belum,” Jelasnya.

Kendati demikian, untuk mengantisipasi melonjaknya kasus positif Covid-19 usai momen lebaran, pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan pemantauan ke tempat-tempat keramaian. 

“Sesuai arahan pak bupati ada tim yang akan monitoring tempat-tempat keramaian untuk kita cek protokol kesehatannya,” ujarnya.

Tak hanya itu, dr. Hendra menambahkan, seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Tangerang juga sudah siap untuk melakukan penanganan apabila terjadi lonjakan kasus baru. 

BACA :  Ratusan Pegawai Pemkot Tangerang Bolos Apel

“Kalau rumah sakit rujukan alhamdulillah karena kapasitas kita hampir seribu tempat tidur khusus covid yang terisi masih di bawah 50 persen,” Pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler