Mulai Sekarang Jangan Hanya Biasakan Buang Sampah pada Tempatnya, Tapi Simpan Sampah Sesuai Kategorinya!

Date:

Petugas kebersihan di Kota Tangerang tengah mengangkat sampah. Selama libur Lebaran 2024, petugas kebersihan di Kota Tangerang setiap jari mengangkut 1.800 ton sampah. (FOTO: tangerangkota.go.id)

Berita Tangerang – Mindset masyarakat soal sampah harus diubah. Mulai saat ini,jangan hanya membiasakan membuang sampah pada tempatnya. Melainkan menyimpan sampah sesuai kategorinya.

Hal tersebut disampaikan Pejabat atau Pj Wali Kota Tangerang, Nurdin dalam arahannya saat memimpin audiensi dengan para Kepala Perangkat Daerah di Ruang Rapat Wali Kota Tangerang, Jumat, 19 April 2024.

“Mindsetnya harus diubah bukan lagi membuang sampah pada tempatnya, tetapi menyimpannya di tempat yang sesuai dengan kategorinya untuk nanti dikumpulkan petugas menjadi produk-produk bernilai ekonomis atau menghasilkan uang serta bernilai ekologis atau bermanfaat bagi keberlangsungan ekosistem di lingkungan kita,” kata Nurdin melalui keterangan resmi.

Menurut Nurdin, permasalahan sampah masih menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian serius bagi semua pihak. Tak terkecuali di Kota Tangerang dengan volume sampah yang mencapai 1.500 ton per harinya.

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyiapkan skema Pengelolaan Sampah Terpadu sebagai salah satu solusi permasalahan sampah di Kota Tangerang.

“Secara tradisional, selama ini pengelolaan sampah sudah kita lakukan dengan mengumpulkan pada titik-titik tertentu ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS), untuk kemudian diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir di Rawa Kucing. Namun, mengingat kapasitas tempat pembuangan yang semakin lama semakin terbatas tentunya diperlukan tata kelola alternative. Salah satunya adalah dengan upaya mereduksi volume sampah dari sumbernya,” terangnya.

Untuk itu, Nurdin mendorong agar pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat terus dimasifkan sebagai upaya mereduksi volume sampah dari sumbernya.

“Konsep zero waste mulai dari reduce, reuse dan recycle harus dapat dimulai dari rumah tangga. Untuk itu, perlu dimasifkan selain melalui edukasi juga harus ditunjang dengan program yang dapat memberikan value berupa nilai ekonomis dan ekologis,” jelasnya.

“Seperti yang sudah dilakukan di beberapa tempat yaitu Gemas Implan atau di Kampumg Genpul. Kita dorong agar dapat lebih menggiatkan koperasinya dan diintegtasikan dengan bank sampah serta pemanfaatan teknologi dan aplikasi,” sambungnya.

Nurdin mengajak seluruh masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dengan mengurangi dan memilah sampah rumah tangga.

Author

  • Darussalam J. S

    Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

    View all posts

Terpopuler

Share post:

Berita Lainnya
Related

Komplotan Pengoplos Gas Subsidi Digulung Ditreskrimsus Polda Banten, Ini Modus Mereka

Berita Banten - Dua anggota komplotan pengoplos gas subsidi...

Rumah Makan di Kunciran Jaya Pinang Kepergok Sembunyikan Ratusan Botol Miras

Berita Tangerang - Ratusan botol  minuman keras (miras)  berbagai...

Aksi Al Muktabar saat Ajarkan Cara Menyembelih Syar’i kepada Pelajar

Berita Banten - Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar...

Maesyal Rasyid Minta Camat, Kapolsek dan Danramil Tigaraksa Brantas Judi Online

Berita Tangerang - Sekretaris Daerah atau Sekda Kabupaten Tangerang,...