Connect with us

METROPOLITAN

Lagi, Gapensi Peduli Bangun Rumah Reot Janda Tua di Cilangkap Lebak  

Published

on

Tim renovasi Gapensi Peduli saat meninjau dan mengirim material pembangunan rumah Asmaniah (55) janda tua yang tinggal seorang diri di Kampung Pasir Gebang, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar. (BantenHits.com/Fariz Abdullah).

Lebak- Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Lebak kembali menggalakan program Gapensi Peduli, Selasa, 29 Januari 2020.

Setelah sukses membangun rumah pasutri penjual jagung rebus di Desa Cisangu, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, saat ini program yang digagas Moch. Nabil Jayabaya itu kembali membangun rumah tidak layak huni di Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar.

Ditempati Asmaniah (55) Janda tua sebatang kara, rumah berukuran 3×3 yang terbuat dari bilik itu akan disulap Gapensi Peduli menjadi sebuah rumah layak huni.

BACA :  Buat Calon Pengantin di Tangsel, Siapkan Pohon sebelum ke KUA karena Wali Kota Cantik Punya Program Ini

Kepada BantenHits.com, Nabil mengaku terenyuh saat mendengar dan melihat langsung kondisi rumah yang ditempati Asmaniah di Kampung Pasir Gebang, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak.

Ironinya, janda tua yang tinggal hanya seorang diri itu tak memiliki KTP ataupun Kartu Keluarga (KK) sehingga tak pernah tersentuh bantuan apapun baik dari pemerintah desa, daerah, provinsi maupun pusat.

“Sekarang beliau (Asmaniah) sakit-sakitan. Bagaimana tidak, dia tinggal sendiri di rumah yang gelap tanpa listrik dan tak ada toilet. Segala sesuatunya itu dilaksanakan di saung reotnya itu,”kata Nabil.

Nabil mengaku akan mulai melakukan renovasi atau pembangunan rumah Asmaniah pada Rabu, 29 Januari 2020.

“Hari ini kita kirim material ke lokasi (rumah Asmaniah), besok kita eksekusi untuk dilakukan pembangunan,”terang pencetus Bill Group ini.

BACA :  Razia Satpol PP, Pelajar di Lebak Bawa Gear dan Tak Hapal Teks Pancasila

Pria yang dikenal sebagai sosok dermawan ini berencana akan membangunkan rumah layak huni berukuran 4×4 beserta dengan kamar mandi.

“Kita coba bangun ukuran 4×4 beserta kamar mandi dan pengairannya (zetpump). Kita ingin Asmaniah ini bisa tinggal di rumah yang layak dan bersih. Apalagi hanya seorang diri jadi akan kita maksimalkan,”ungkapnya.

Putra tokoh pembangunan Lebak ini juga meminta pemerintah desa untuk bergerak mengurus administrasi kependudukan Asmaniah.

“Kita (Gapensi) usulkan ke Pemdes agar mau mengurus administrasi kependudukan seperti E-KTP ataupun KK milik Asmaniah,”tandasnya.

Baca Juga: Tangis Haru Pasutri Penjual Jagung Rebus di Cibadak Lebak saat Rumah Reotnya Rampung Dibangun Gapensi

Sementara Asmaniah mengucapkan banyak terimakasih telah diperhatikan Gapensi Lebak karena membangunkan rumah. Ia mengaku telah bertahun-tahun menempati rumah reot yang berukuran 3X3 itu.

BACA :  Dua Kali Disclaimer, Pemprov Banten Terima WDP dari BPK

“Terimakasih, tadinya mah ini rumah kalau hujan bocor, listrik juga mati,”ucapnya.

Untuk diketahui Asmaniah (55) merupakan pribumi asal Kampung Pasir Gebang, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar.

Asmaniah merupakan janda tua yang tak punya anak. Kedua orang tuanya Antarja dan Muhanah telah meninggal puluhan tahun silam. Asmuni adik dari Asmaniah pun terkesan tak peduli dan lebih memilih tinggal di wilayah Kabupaten Tangerang.

Editor: Fariz Abdullah

Terpopuler