Connect with us

Berita Utama

Meninggal Mendadak 2015, Ada yang Aneh pada Nisan Agus Uban Penerima Uang dari Wawan untuk Rano Karno

Published

on

Makam Gus Suyadi alias Agus Uban di Pemakaman Kampung Asem. Agus Uban disebut-sebut dalam persidangan jadi penerima aliran uang dari Wawan untuk Rano Karno. (BantenHits.com/ Darussalam Jagad Syahdan)

Hembusan angin bisa leluasa menyapu area pemakaman umum Kampung Asem. Maklum, pemakaman itu berada di dataran tinggi, tepatnya di sisi kanan atas Komplek Perumaham Islamic dan Villa Ilhami, Kabupaten Tangerang.

Pemakaman yang masuk wilayah Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang itu tak begitu luas. Mungkin tak lebih dari 5.000 meter persegi. Kuburannya pun tak terlalu banyak untuk ukuran pemakaman umum.

Saat BantenHits.com mengunjungi pemakaman itu, Rabu, 26 Februari 2020, Rudi, petugas pemakaman tengah memasang paving block pada permukaan kuburan.

Kepada Rudi, BantenHits.com bertanya posisi kuburan Gus Suyadi alias Agus Uban, sosok yang pada Senin, 24 Februari ramai diperbincangkan saat persidangan kasus korupsi tindak pidana pencucian uang di Pengadilan Tipikor Jakarta dengan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Rudi terlihat bingung. Dia mengaku tak mengenalnya, lantas balik bertanya soal waktu kematian Agus Uban. Setelah tahun waktu kematiannya, Rudi menyusuri kuburan di deretan paling pojok.

BACA :  Kakek Penderita Tumor di Pandeglang Butuh Uluran Tangan

Dia terlihat mengamati satu kuburan berporselin hitam. Tapi kemudian dia meneruskan pencarian karena tak yakin kuburan itu yang dicarinya.

BantenHits.com yang mengikuti Rudi, mencoba mengamati kuburan yang sempat dilihatnya. Nisan di atas kuburan itu sejatinya memuat nama, tanggal lahir dan kematian pemiliknya. Tampak pada pahatan di atas nisan ada sisa-sisa tinta emas.

Setelah diamati dengan teliti, di atas nisan itu jelas tertera nama ‘Gus Suyadi bin Sadikun’ yang tak lain Agus Uban. Tinta emas pada tulisan Gus Suyadi tampak hampir seluruhnya pudar. Terlihat ada hapusan yang membekas pada dinding nisan.

Dari atas permukaan, kuburan Gus Suyadi tampak tenang. Rerumputan hijau yang tumbuh terawat memberikan kesan sejuk. Sementara, tak jauh dari kuburan, nama Gus Suyadi ramai dipergunjingkan pemangku kepentingan di persidangan.

“Setengah tahun lalu ada perempuan datang. Dia meminta saya menanami rumput di atas kuburan. Saya gak tanya dia siapa. Ya saya tanami aja. Karena itu bagian pemeliharaan,” kata Rudi.

Tanda-tanda hapusan tampak masih membekas pada nisan Gus Suyadi alias Agus Uban. (BantenHits.com/ Darussalam Jagad Syahdana)

Serangan Jantung

BACA :  Pengelolaan SMA Dilimpahkan ke Pemprov, Golkar Minta Pemkab Lebak Geser Anggaran Dikmen Bantu Kebutuhan Dikdas

Rudi menganjurkan agar BantenHits.com menemui Ujang, pengurus awal pemakaman yang mengetahui informasi setiap warga yang dikubur di pemakaman itu. Rumah Ujang persis berdampingan dengan tembok makam.

Prosesi pemakaman Agus Uban, kata Ujang, cukup ramai. Namun, Ujang tak mengenali siapa-siapa yang hadir saat itu.

Pemilik nama asli Yasuroh ini menjelaskan, sepengetahuannya, Agus Uban meninggal karena sakit jantung. Saat itu dia sedang tidur-tiduran menjelang waktu Ashar.

Dari keterangan yang tertera pada nisan, Agus Uban lahir pada 6 September 1965 dan meninggal 20 Juli 2015. Artinya Agus Uban meninggal saat usia 50 tahun.

Pada 2016, BantenHits.com sempat menelusuri informasi soal Agus Uban. Saat itu, KPK sedang gencar mengungkap kasus korupsi yang melibatkan Wawan dan keluarganya. Desas-desus seperti yang terungkap di persidangan baru-baru ini soal aliran uang untuk Rano Karno sejatinya sudah terdengar sejak lama.

BantenHits.com berhasil menggali informasi dari TN, seorang tokoh lokal yang pernah beberapa kali menemani Agus Uban dalam kegiatan politik.

Soal serangan jantung mendadak yang jadi penyebab kematian Agus Uban, TN senada dengan Ujang.

BACA :  Pelajar SMP Diperkosa Teman Facebook

BantenHits.com mencoba mengorek kembali informasi dari TN ikhwal keberadaan keluarga Agus Uban. Namun, TN hanya mengetahui istri dan anak Agus Uban sudah pindah ke Bekasi.

“Tapi, beberapa minggu lalu saya pernah ketemu istrinya di Pasar (Kelapa Dua). Saya gak nanya dia tinggal di mana sekarang,” kata TN melalui sambungan telepon, Rabu, 26 Februari 2020.

Penerima Aliran Uang dari Wawan

Dikutip BantenHits.com dari Kumparan.com, Rano Karo mengaku pernah menerima bantuan uang Rp 7,5 miliar dari Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Namun menurut Rano Karno, uang itu untuk keperluan Pilkada Banten.

Hal itu diungkap Rano dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 24 Februari 2020. Ia bersaksi untuk Wawan yang menjadi terdakwa korupsi alkes di Banten dan Tangsel 2012 serta pencucian uang.

Menurut Rano, uang Rp 7,5 miliar itu tidak langsung diterima langsung. Meliankan diberikan bertahap. Rano Karno mengaku selalu mendapat laporan bila ada pengajuan kegiatan.

“Misal sekarang mah bikin kaus, kita mau bikin atribut lain, kita persiapan sosialisasi. Enggak brek gitu, Pak,” ungkap Rano Karno.

Rano Karno yang identik dengan tokoh Si Doel itu mengaku tahu hal tersebut dari seseorang yang dipanggil Agus Uban. Total uang Rp 7,5 miliar itu pun diketahui Rano Karno dari orang tersebut.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana




Photos

  • Videos


  • Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    1 of 3
    Video Redaksi
    2 of 3
    Video Redaksi
    3 of 3
  • Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

    Terpopuler