Connect with us

Berita Terbaru

Pakar Sebut Teroris Konstitusi, Kok yang Deklarasi Jokowi Tiga Periode Gak Risi?

Published

on

J

Presiden Jokowi saat berpidato dalam acara Silatnas Apdesi di Istora Senayan, Jakarta, Selasa, 29 Maret 2022. (Foto: Suara.com)

akarta – Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar mengatakan, siapa saja pihak yang ingin melakukan perpanjangan masa jabatan presiden demi kepentingan pribadi atau kelompoknya, itu dianggap sebagai teroris konstitusi.

Menurutnya, jangan ada pihak yang bermain-main dengan masa jabatan presiden.

“Siapa saja yang mau merusak konstitusi dan konstitusionalisme yang sekarang demi kepentingan pribadinya demi kepentingan pribadi memperpanjang dirinya atau memperpanjang masa jabatan demi kepentingan pribadi atau kepentingan kelompoknya, saya ingin mengatakan ini bagian dari teroris konstitusi,” kata Zainal dalam diskusi bertajuk ‘Demokrasi Konstitusional Dalam Ancaman’, Rabu, 16 Maret 2022 seperti dilansir Suara.com--jaringan BantenHits.com.

Ia pun mengingatkan, agar masa jabatan presiden tidak dipermainkan. Pasalnya jika dipermainkan akan berhadapan bukan hanya konstitusi tapi juga rakyat.

“Saya mau bilang orang yang mencoba bermain-main dengan masa jabatan ini sedang berhadapan dengan konstitusi berhadapan dengan demokrasi berhadapan dengan kita semua,” ungkapnya.

BACA :  BKIPM Jakarta I Gelar Bulan Bakti Bertema Gema Satu Kata

Ia mengatakan, sudah banyak negara yang coba bermain-main dengan masa jabatan presiden. Hasilnya justru kesannya sangat jauh dari demokrasi.

“Misalnya Venezuela, misalnya Turki, misalnya Rusia misalnya kemudian beberapa negara-negara bangsa Arab yang mendorong gejala gejala ketigaperiodean dan negara-negara yang contohnya jauh dari kesan demokrasi,” tuturnya.

Deklarasi Terang-terangan

Meski ide perpanjangan masa jabatan presiden menyalahi konstitusi, namun sejumlah pihak secara terang-terangan mengkampanyekan perpanjangan masa jabatan presiden.

Kekinian, dukungan Jokowi Tiga Periode disampaikan Ketua DPP Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), Surta Wijaya di acara Silaturahmi Nasional APDESI di Istora Senayan, Selasa, 29 Maret 2022 berbuntut panjang.

Sehari setelah pernyataan Surta Wijaya, muncul organisasi yang sama, APDESI namun diketuai Ketua Umum Arifin Abdul Majid dan Sekretaris Jenderal Muksalmina.

Dalam keterangan tertulis kepada BantenHits.com, Arifin Abdul Majid mengutuk penggunaan nama APDESI untuk kepentingan politik.

BACA :  ASDP Wacanakan Pemberian Diskon Bagi Pemudik Siang Hari

“Mengutuk penggunaan nama organisasi kami yang dilakukan oleh orang-orang tertentu dan menggiring opini seolah-olah seluruh kepala desa yang bergabung dalam organisasi kami meminta perpanjangan masa jabatan presiden,” kata Arifin.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar mengatakan saat ini ada dua organisasi APDESI.

Dua kelompok itu mirip yakni Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP Apdesi) dipimpin Surtawijaya, dan Perkumpulan Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Perkumpulan Apdesi) dipimpin Arifin Abdul Majid.

“Kami jawab soal organisasinya. Kedua ormas tersebut berbeda. Akta notarisnya berbeda. Satu, perkumpulan Apdesi. Dua, DPP Apdesi. Pengurusnya beda, kantornya juga beda,” kata Bahtiar seperti dikutip BantenHits.com dari CNNIndonesia.com.

Bahtiar menyampaikan Apdesi Surtawijaya merupakan organisasi kemasyarakatan tak berbadan hukum. Kelompok itu tak terdaftar di Kemenkum HAM dan hanya tercatat di Kementerian Dalam Negeri.

Sementara itu, Apdesi Arifin Abdul Majid merupakan perkumpulan berbadan hukum. Organisasi ini terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.

BACA :  Sebelum Dievakuasi, Dianti Dyah Ayu Sempat Minta Air Teh untuk Berbuka Puasa

Kampanye Jokowi Tiga Periode di Tangerang

Dikutip BantenHits.com dari Tempo.co, sejumlah warga di Desa Mekar Jaya, Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, mengikuti kampanye Presiden Joko Widodo atau Jokowi 3 periode, Kamis, 24 Maret 2022. Kampanye digelar oleh dua kelompok relawan Jokowi, yaitu Koalisi Bersama Rakyat Indonesia (Kobar) dan RI Satu Jokowi.

Kobar membagikan video membagikan video suasana kampanye atau deklarasi yang dilakukan di salah satu rumah. Sejumlah ibu-ibu juga terlihat datang sambil membawa anak-anak mereka.

“Benar (lokasi kampanye di Desa Mekar Jaya),” kata deklarator nasional Kobar Sahat Martin Philip Sinurat saat dihubungi, Rabu, 30 Maret 2022. 

Para ibu-ibu tampak menggunakan seragam yang saja yaitu kaos putih dengan lingkaran bulat merah logo Kobar di dada. Di rumah itu, juga terpasang spanduk bertuliskan “Rakyat Mendapat Harapan Melihat Jokowi Fokus Kerja: Jokowi Harus Jadi Presiden Lagi.”

Kobar adalah salah satu kelompok relawan yang terang-terangan mendukung Jokowi 3 periode. Acara di Tangerang inipun digelar sehari sebelum deklarasi besar-besaran di GOR Rumbai, Pekanbaru, pada 25 Maret 2022.

Editor: Fariz Abdullah

 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler