Connect with us

Berita Utama

Bikin Sedih, Ini Kisah saat Tiga Napi Teroris di Lapas Serang Kembali ‘Merah Putih’

Published

on

Napi teroris Lapas Kelas II A Serang saat berikrar kembali setia kepada NKRI. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Suasana haru menyelimuti Lapas Kelas II A Serang, Senin, 20 Juni 2022. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba tiga narapidana kasus terorisme (napiter) Lapas Kelas II A Serang meminta untuk berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Padahal tiga orang napiter itu tak pernah dipaksa atau dibujuk rayu untuk kembali ‘merah putih’, menjadi manusia Indonesia sejati.

Keinginan tiga napiter tersebut langsung direspons dan direisasikan oleh pihak lapas dan disaksikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten dan Kepala Divisi Pemasyarakatan.

Turut hadir Kepala UPT Pemasyarakatan se-Serang Raya, perwakilan dari Kemenag Serang, Ombudsman Banten, BNPT, Densus 88, BIN Banten, Pengadilan Negeri Serang, Kejaksaan Negeri Serang, Polres Serang, Kodim 0602 Serang dan PWI Kota Serang.

BACA :  Mantan Koordinator Kejati DKI Jakarta Jabat Kejari Lebak; Jangan Jadi Penghalang Investasi Daerah

Prosesi ikrar ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu dilanjutkan pengucapan sumpah dan ikrar setia kepada NKRI dan diakhiri dengan tanda tangan di atas naskah bermaterai.

Para napiter berinisial DH (26), MRA (26) dan MA (47) ini melakukan penghormatan dan mencium bendera merah putih sebagai simbol kembalinya ke pelukan NKRI.

Menurut Kepala Kantor Wilayah, Tejo Harwanto, proses pembinaan kepada WBP, termasuk WBP kasus terorisme, merupakan prioritas Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pembinaan ditujukan agar WBP memiliki keahlian dan kesiapan mental untuk terjun kembali ke masyarakat nantinya. Selain itu, pembinaan dilakukan agar WBP mencintai tanah air.

BACA :  Tim Vipers Gerebek Pabrik Obat Ilegal di Palem Manis

“Dengan hati nuraninya mereka meminta ingin berikar dan menjadi warga negara yang baik. Serta berjanji akan setia terhadap NKRI. Tentu ini sangat baik,” katanya kepada awak media, Senin, 20 Juni 2022.

Tejo menjelaskan, Lapas tidak bisa sendiri dalam melakukan pembinaan, dibutuhkan peran serta dari para Stakeholder terkait contohnnya seperti ini BNPT bantu dalam deradikalisme dan Kemenag membantu dalam keagamaan terhadap teroris.

Tejo berharap, ikrar tersebut tidak hanya diucapkan secara lisan saja namun juga tulus dari hati yang mengucapkan.

“Saya berharap penuh ikrar ini diucapkan dengan sebaik-baiknya dengan tulus dari dalam hati untuk tidak lagi melakukan tindakan yang bertentang dengan NKRI. Ikrar ini bukan hanya disaksikan oleh kita di sini tetapi juga disaksikan oleh Allah SWT,” pesan Tejo kepada WBP yang telah berikrar.

BACA :  Titik Kumpul Mahasiswa di Tangerang Dibikin Sepi Ternyata Strategi, Ratusan Massa Aksi Gabung di DPR RI

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler