Kota Satelit Bikin Ekonomi Melejit, Kabupaten Tangerang Rebound Fantastis

Date:

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar saat menjelaskan pertumbuhan ekonomi di kabupaten Tangerang yang melesat drastis berkat sektor property yang kembali bergairah. (Tangkap layar CNBC Indonesia)

Berita Tangerang – Pada saat Pandemi COVID-19 melanda, persisnya pada kurun 2020, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang terjun bebas. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, laju pertumbuhan ekonomi di kabupaten yang di masa lalu dijuluki Kota Seribu Industri ini menyentuh angka -3, 75 persen.

Namun, kurang dari dua tahun persisnya pada kuartal pertama 2022, laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tangerang melesat tajam menjadi 4,75 persen. Apa yang terjadi di Kabupaten Tangerang?

Property ‘Menggila’ Lagi

Selain laju pertumbuhan ekonomi yang melesat, saat bersamaan nilai investasi di Kabupaten Tangerang juga naik. Kondisi tersebut menempatkan Kabupaten Tangerang sebagai wilayah kedua dengan nilai investasi terbesar di Provinsi Banten yang menapai Rp 18,9 triliun.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Ikandar mengungkapkan, sektor property yang kembali bergairah disertai kehadiran kota-kota satelit di Kabupaten Tangerang menjadi salah satu faktor melesatnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tangerang.

“Sebetulnya kalau bicara kota-kota satelit di Kabupaten Tangerang, PIK 2 bukan yang pertama. Kita sudah punya Kota Satelit seperti BSD City, kemudian Gading Serpong, Citra Raya, Svarna Sutera, kemudian ada juga Telaga Bestari. Jadi perkembangan kota-kota satelit di Kabupaten Tangerang saat ini menjadi salah satu pendongkrak PAD kita. Ditambah lagi dengan pprogres pembangunan dari PIK 2,” kata Zaki dalam tayangan video wawancara khusus dengan CNBC Indonesia dikutip BantenHits.com, Sabtu, 18 Maret 2023.

Menurut Zaki, membaiknya laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tangerang dipengaruhi keputusan Presiden Joko Widodo dan Menko Ekuin, Arilangga Hartarto.

“Alhamdulillah. Ini berkat keputusan dan kepemimpnan Bapak Joko Widodo dan Pak Airlangga Hartarto sebagai Menko Ekuin dan Kepala KCPEN. Progres kita rebound dari 2020 saat Pandemi COVID-19 sangat luar biasa,” ungkap Zaki.

Kabupaten Tangerang yang dikenal sebagai tempatnya industri berbasis manufacture seperti produk sepatu dan lain sebagainya, lanjut Zaki, pada saat Pandemi 2020 memang sangat terdampak.

“Pada 2021 kita berlakukan sesuai perintah pemerintah pusat, injak rem injak gas pada saat yang dalam setiap situasi yang berbeda,” ucapnya.

“Alhamdulillah 2020 (laju pertumbuhan ekonomi) kita sudah bisa mencapai 5,47 persen di mana sebetulnya proyeksi kita sebelum pandemi 2022 kita bisa mencapai 6 persen lebih untuk laju pertumbuhan ekonomi,” lanjutnya.

Pengangguran Terserap Sektor Informal

Zaki mengungkapkan, salah satu faktor yang mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi adalah bergeraknya sektor property yang kembali bergairah di Kabupaten Tangerang. Sektor ini pulalah yang kemudian mampu menyerap pengangguran yang disebabkan ambruknya sektor industri formal.

Seperti diketahui, pada akhir 2020 gelombang PHK melanda Kabupaten Tangerang. Tercatat, akhir 2020 ada 31 ribu orang yang terdampak PHK. Kemudian, gelombang PHK susulan juga terjadi pada 2021, dimana ada 14 ribu orang yang di-PHK.

“2020 (laju pertumbuhan ekonomi) -3,67 persen dan ini sangat berdampak sekali pada industri kita. Tahun 2020 terjadi sekitar 31 ribu yang di-PHK. Kemudian di 2021 yang hampir 14 ribu ter-PHK. Tapi, selalu ketika ada pintu tertutup ada pintu lainnya yang terbuka. Sektor property, yang membuka lapangan kerja di sektor-sektor informal, itu bertumbuhan kembali,” bebernya.

“Jadi yang tadinya ter-PHK di sektor formal, industri, manufacture, pabrikasi, itu kemudian bisa terserap di sektor informal yang ada di Kota Satelit tadi,” sambungnya.

Zaki menambahkan, APBD Kabupaten Tangerang pada 2016 sudah hampir Rp 6 triliun. Pada 2022, Pemkab Tangerang sebetulnya memproyeksikan bisa Rp 8 triliun, namun karena pandemi menjadi terkoreksi. Seingga penurunan laju pertumbuhan ekeonomi terjadi cukup signifikan di 2020 dan 2022.

“Tapi kembali kita bisa rebound. Alhamdulillah dengan kemudahan investasi dan pembukaan lapangan kerja kita bisa rebound di 6,7 (persen) dan sekarang di 7,1 (persen) di akhir 2023,” jelas Zaki.

facture, pabrikasi, itu kemudian bisa terserap di sektor informal yang ada di Kota Satelit tadi,” sambungnya.

 

Author

  • Darussalam J. S

    Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

    View all posts

Terpopuler

Share post:

Berita Lainnya
Related

Al Muktabar: Bank Banten Akan Ambil Seluruh Instrumen Perekonomian di Banten

Berita Banten - Bank Banten di masa yang akan...

Sedot APBD Rp 62 M Lebih, Pengadaan 4,9 Ha Lahan RSUD Tigaraksa Berawal Hasil FS PT Inasa Sakha

Berita Tangerang - Kantor Kejaksaan Negeri atau Kejari Kabupaten...

Terendus Dugaan Perbuatan Melawan Hukum dalam Penjualan Aset Karantina Hewan di Tanjung Burung

Berita Tangerang - Perkumpulan Masyarakat Pemerhati Kebijakan Publik (Maha...

Ratusan Massa Desak Kejari Tuntaskan Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan RSUD Tigaraksa

Berita Tangerang - Ratusan massa berunjuk rasa di depan...