Pj Wali Kota Wanti-wanti Jajaran soal Penyusunan RKA: Ini Muaranya Harapan Warga!

Date:

Pj Wali Kota Tangerang, Nurdin saat memberikan arahan pada Penyelengggaraan Pra-RKA Usulan Program dan Kegiatan 2025 di Kota Tangerang. (FOTO: tangerangkota.go.id)

Berita Tangerang – Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Nurdin, mewanti-wanti jajaran soal penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran atau RKA. Pasalnya, RKA merupakan muara dari semua keluhan dan harapan seluruh masyarakat Kota Tangerang. RKA ini juga nantinya akan dituangkan menjadi sebuah program yang sesuai dan sejalan dengan visi misi Kota Tangerang.

Pesan tegas Nurdin disampaikan saat memberikan arahan dalam kegiatan Penyelenggaraan Pra-RKA Usulan Program dan Kegiatan Tahun 2025 yang digelar di Sapphire Sky Hotel, Kamis, 16 Mei 2024.

Kegiatan ini dihadiri oleh para staf bidang perencanaan dan keuangan dari seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Pada kesempatan itu Nurdin menegaskan, dirinya meninjau langsung proses penyusunan Pra-RKA dari tiap-tiap OPD dan menyampaikan bahwa dirinya memberikan perhatian khusus terhadap penyusunan Pra-RKA tersebut.

“Karena di sinilah, di penyusunan RKA inilah muara dari semua keluhan dan harapan dari seluruh masyarakat Kota Tangerang yang nantinya akan kita tuangkan menjadi sebuah program yang sesuai dan sejalan dengan visi misi Kota Tangerang, yakni mewujudkan kota yang sejahtera, berakhlakul karimah dan berdaya saing,” kata Nurdin melalui keterangan resmi.

“Karena itu tolong benar-benar diperhatikan penyusunannya, jangan cuma copy paste dengan kegiatan tahun sebelumnya.” sambungnya.

Mengingat pentingnya penyusunan Pra-RKA tersebut, Nurdin berpesan agar para peserta kegiatan dapat terus memperkuat  kolaborasi serta kerja sama lintas sektor dengan OPD-OPD yang terkait agar tujuan dari rencana kegiatan dan anggaran dapat terealisasi dengan mengedepankan azas manfaat bagi masyarakat.

“Karena tentunya kolaborasi adalah kunci utama dalam mewujudkan visi dan program-program untuk masyarakat. Tidak ada OPD yang superior dan dominan, semuanya butuh kolaborasi multi sektoral,” ujarnya.

“Misalnya soal stunting, tidak bisa hanya satu atau dua OPD saja tetapi butuh kolaborasi dari Dinkes, DP3AP2KB, Dinsos dan juga dinas-dinas terkait lainnya. Begitu juga soal pengembangan seni, pariwisata dan program-program lainnya,” imbuhnya mencontohkan.

Mantan Kepala Pusdatin Kemendagri tersebut berharap agar para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik agar dapat tersusun program-program yang berdampak pada meningkatnya kualitas pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menajamkan program-program yang akan dijalankan kedepan karenanya saya harap usulan-usulannya dapat lebih tepat sasaran serta mengedepankan kebutuhan masyarakat. Jadi tolong benar-benar diperhatikan penyusunannya,” pungkasnya. (ADV)

Author

Terpopuler

Share post:

Berita Lainnya
Related