Connect with us

Berita Terbaru

Mengenal Abah Eli, Guru Silat yang Jatuh Bangun Pertahankan Kesenian Tradisonal Supaya Tak Punah Ditelan Jaman

Published

on

Salah satu tokoh Pencak Silat di Kabupaten Pandeglang, Abah Eli jatuh Bangun Pertahankan Kesenian Tradisional. (Dok. Pribadi)

Pandeglang – Suhaeli, warga asal Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, adalah seorang pelaku seni budaya pencak silat dan memiliki padepokan yang dinamakan padepokan Dulur Salembur.

Pria yang akrab disapa abah Eli itu, sudah puluhan tahun menggeluti dunia seni budaya, hingga ia memiliki yayasan Hidayatul Anwar yang membawahi belasan padepokan seni budaya pencak silat di Kota Santri ini.

Seiring berjalannya jaman, ia pun sempat jatuh bangun dalam mempertahankan kesenian budaya lokal tersebut. Namun dengan usaha kerasnya dan semangatnya yang tak pernah kendor, kesenian budaya yang digelutinya hingga saat ini tetap lestari.

BACA :  Sudah Terpapar Covid-19, ASN di Lebak Ini Kini Harus Jalani Pemeriksaan Khusus Inspektorat

Bahkan, ia pun dikenal sebagai guru silat tak hanya di daerahnya sendiri melainkan di Provinsi Banten, hingga Nasional Suhaeli banyak dikenal sebagai pemilik padepokan silat Dulur Salembur.

Berbagai cara yang dilakukan pria kekar itu dalam melestarikan kesenian budaya lokal ditengah era teknologi ini. Salah satunya dengan cara menggelar pertunjukan – pertunjukan kesenian budaya ditiap – tiap momen, dan dari panggung ke panggung.

“Tidak mudah memang mempeetahankan kesenian budaya lokal ini, terlebih sekarang jamannya sudah moderen. Namun dengan semangat kami yang tinggi, alhamdulillah hingga saat ini kami masih tetap eksis,” ungkap Suhaeli kepada BantenHits.com Rabu 27 Oktober 2021.

Diceritakan Suhaeli, perjalanan dalam mempertahakan seni budaya hingga saat ini dapat dikenal disemua kalangan, ia dirinya mengamen dengan memainkan seni budaya Kuda Lumping dari kampung ke kampung.

BACA :  Lembaga Adat Sita dan Musnahkan Madu Palsu di Kawasan Wisata Baduy

Karena kata dia, pada waktu itu pihaknya ingin memiliki seragam bagi para personil seni budayanya, dan ingin memiliki alat kelengkapan seni budaya yang lain.

“Selama merintis itu, tidak sedikit tantangan yang dihadapinya. Namun saya punya semangat yang tinggi dan tekad yang kuat, alhamdulillah semua kebutuhan padepokan seni budayanya terpenuhi,” ujarnya.

Diakuinya, membesarkan kesenian budaya dari pertama merintis hingga saat ini, Suhaeli mengaku bukan hanya sebatas untuk kepentingan dirinya semata. Akan tetapi, ia punya keinginan besar kalau kesenian budaya lokal Pandeglang tidak punah ditlan era moderenisasi ini.

“Sekarang ini juga kami tetap semangat dan terus memberikan motivasi kepada anak – anak muda yang memiliki bakat dalam bidang seni budaya. Karena saya ingin kesenian budaya ini tetap lestari, maka kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikan seni budaya kita sendiri ini,” tuturnya.

BACA :  APK Calon Kades di Kabupaten Serang Dibersihkan, DPMD Surati Kemendagri Minta Pelaksanaan Pilkades Dipercepat

Ia juga memiliki harapan besar kepada pihak pemerintah, agar memaksimalkan dalam memberikan mensuport kepada para pelaku – pelaku seni budaya di Pandeglang, agar kesenian budaya lokal tidak punah.

“Dorongan dari pemerintah sangat kami harapkan dalam melestarikan kesenian budaya ini. Supaya seni budaya asal Pandeglang tetap eksis dan dikenal,” harapnya.

Editor : Engkos Kosasih



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler