Pemberantasan Calo Tenaga Kerja, Pengelolaan Sampah dan Beasiswa Jadi Tema Paparan Visi-Misi Andika di PKB

Date:

Calon bupati Serang, Andika Hazrumy saat menyampaikan visi misi di hadapan pengurus dan kader PKB Banten, Sabtu, 18 Mei 2024. (FOTO: Istimewa)

Berita Serang – Sejumlah program sukses Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah seperti penguatan pemberantasan calo tenaga kerja, pengelolaan sampah dan beasiswa, menjadi tema pemaparan visi-misi calon bupati Serang 2024, Andika Hazrumi.

Pemaparan visi misi digelar DPW PKB Banten di Hotel Swiss Bell in Cikande, Kabupaten Serang, Sabtu 18 Mei 2024.

Pada kesempatan itu, politisi Partai Golkar tersebut menegaskan komitmennya melanjutkan program sukses yang dijalankan Ratu Tatu Chasanah tersebut.

Ia menilai, Ratu Ratu selaku kepala daerah telah membuat pondasi penyelesaian masalah ketenagakerjaan. Ia akan menuntaskan yang sudah dicanangkan dan dilaksanakan Pemkab Serang jika terpilih sebagai Bupati Serang 2024.

“Saya akan lanjutkan dan perkuat pemberantasan calo tenaga kerja yang merugikan masyarakat. Saya sudah tahu bagaimana dan siapa yang bermain,” tegas Andika.

Praktik mafia lowongan kerja (loker) melalui percaloan dan permintaan sejumlah uang agar dapat diterima bekerja di industri di Kabupaten Serang, dominan terdapat di wilayah timur Kabupaten Serang.

Menurut Andika, soal pemberantasan percaloan, Pemerintah Kabupaten Serang sudah bekerja sama dengan aparat penegak hukum, dan sudah ada yang diproses secara hukum.

“Secara teknis selanjutnya adalah duduk bersama dengan stakeholdernya, industri dan kepala desa sebagai yang bertanggung jawab di wilayah, buat lah forum di situ. Pemberian peluang terhadap tenaga kerja lokal semakin diperkuat,” paparnya.

Ia menilai, memungkinkan kuota minimal 50 persen lowongan pekerjaan di industri di Kabupaten Serang harus diisi warga lokal.

“Harus win-win solution dan tidak ada yang dirugikan, baik industrinya, warga maupun kepala desanya,” ujarnya.

Terkait masalah sampah, Pemkab Serang sudah mengalihkan pengelolaan ke tingkat kecamatan. Armada dan sarana persampahan pun sudah diberikan hingga ke tingkat desa.

Selain itu, sudah dibangun alat pengolah sampah terpadu berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) dan incenerator. Pertama RDF sudah dibangun di Kecamatan Kibin.

Namun masih ada masalah besar yakni mencari tempat pengelolaan sampah akhir (TPSA).

“Faktanya hampir tidak ada yang mau daerahnya dijadikan tempat pembuangan sampah. Jadi di kecamatan masing-masing dulu pengelolaan sampah dilakukan,” ujar Andika.

Dalam pemaparannya, Andika mengaku secara prinsip dirinya akan memfokuskan pembangunan pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Seperti yang dilakukan Bupati Serang saat ini.

Terobosan yang dilakukan Pemkab Serang dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswa kedokteran dengan sistem ikatan dinas, akan terus dilakukan.

“Kita akan tingkatkan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan, hingga sarana prasarana di puskesmas,” ujarnya.

Di bidang pendidikan, beasiswa SD-SMP hingga perguruan tinggi akan ditingkatkan.

“Pendidikan gratis akan semakin betul-betul nyata dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Di bidang infrastruktur, setelah Pemkab Serang menyelesaikan jalan beton yang menjadi kewenangan yakni 601,13 KM.

Maka selanjutnya, kata Andika, pembangunan jalan-jalan poros desa dengan meningkatkan status jalannya menjadi jalan kabupaten, akan diperbanyak.

Author

  • Darussalam J. S

    Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

    View all posts

Terpopuler

Share post:

Berita Lainnya
Related