Connect with us

Rubrik Unggulan

Acara Festival Silat Bandrong Dikepung Hujan Lebat, Ini yang Dilakukan Para Pendekar di Kota Serang

Published

on

Acara Festival Silat Bandrong 2019 di Alun-alun Kota Serang. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten Indonesia atau PPSBI menggelar Festival Bandrong 2019 di Alun-alun Kota Serang, Minggu, 22 Desember 2019.

Wartawan BantenHits.com Mahyadi melaporkan, saat acara baru berjalan separuh dari keseluruhan kegiatan, mendadak hujan lebat disertai angin kencang.

Namun, meski dilanda hujan lebat, para pesilat dari berbagai perguruan di Banten dan wilayah lainnya tampak semangat dan kompak menampilkan kesenian tradisional ini.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat PPSBI Syafrudin dalam sambutan mengatakan, pencak silat bandrong merupakan budaya asli leluhur Banten. Festival Bandrong adalah salah satu upaya dalam rangka melestarikan budaya asli leluhur Banten.

BACA :  Mengenal Sosok Muhamad Nasir Ali Muhidin; Kiyai Sekaligus Master Kerajinan Bambu 'Gelas Bertuah'

“Perguruan Silat Bandrong adalah salah satu warisan leluhur kita yang perlu dilestarikan dan dikembangkan di Indonesia,” kata Syafrudin.

Syafrudin menyebut, orang Banten harus bangga memiliki kebudayaan pencak silat tersebut, sebab saat ini berbagai negara dunia ingin belajar kesenian terrsebut.

“Beberapa bulan lalu kami didatangi dari pegiat kesenian perwakilan dari Malaysia dan Singapura, tujuannya mereka adalah untuk belajar kesenian Banten ini,” katanya.

Syafrudin juga mengapresiasi para pendekar yang masih tetap bertahan dan semangat di lapangan sekali pun diguyur hujan.

Sementara Majelis Tinggi PPSBI, Mansyur Muhyidin menuturkan, Provinsi Banten memiliki andil besar dalam kemerdekaan Republik Indonesia.

“Sejarah Banten dari mulai Maulana Yusuf sampai dengan Geger Cilegon itu adalah bentuk perjuangan yang dilakukan oleh orang orang Banten,” ujar Muhyidin.

BACA :  Jadi Air Terjun Paling Indah Versi Warganet,  Ini Penampakan Curug Cihear yang Menggila

Lewat perlawanan tersebutlah Muhyidin mengatakan, Banten di zaman Kolonial dikenal dengan istilah Bantahan dan di zaman Proklamasi dikenal dengan Bantuan.

Lebih lanjut Muhyidin mengatakan terdapat andil yang besar dari orang Banten saat terhadap kemerdekaan Indonesia.

“Di Serpong ada yang namanya makam seribu, kuburan itu adalah peristiwa sewaktu orang Banten melakukan perlawanan terhadap Belanda saat merebut ibu kota,” paparnya.

Perguruan Pencak Silat Bandrong, lanjut Muhyidin, memiliki tiga unsur yang menjadi Pokok Bandrong yaitu idealisme, silaturahim serta memberdayakan ummat.

Ia berpesan kepada seluruh anggota Bandrong dan seluruh pejuang yang ada di Banten, selain memiliki ilmu, akhlaq dan adab adalah yang perlu ditanamkan di dalam jiwa pesilat.

BACA :  HUT ke-20, KPJ Ajak Pemuda Lebak Cintai Seni Budaya

“Jangan sampe ada pejuang yang tidak beradab,” pungkasnya.

Diketahui dalam Festival Bandrong ini juga dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus DPP, DPD dan DPW Periode 2019-2024 dihadiri sekitar 15 ribu peserta dari berbagai daerah. 

Editor: Darussalam Jagad Syahdana




Photos

  • Videos


  • Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    1 of 3
    Video Redaksi
    2 of 3
    Video Redaksi
    3 of 3
  • Terpopuler