Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Subsidi Solar Dihapus, Nelayan Cituis Terancam Jadi Pengangguran

Published

on

Banten Hits.com – Penghapusan solar bersubsisdi dan pengurangan yang dilakukan oleh pemerintah berdampak bagi nelayan di Kampung Cituis, Desa Surya Bahari, Kecamatan Paku Haji, Kabupaten Tangerang.

Sulitnya mendapatkan BBM jenis solar di sejumlah tempat pengisian membuat mereka tak melaut. Kondisi ini membuat para nelayan pun terancam kehilangan pekerjaan.

Menurut keterangan warga, Suham tempat pengisian bahan bakar solar ini sudah tutup sejak tiga hari terakhir dan sudah tidak melanyani pengisian bagi para nelayan.

Banten Hits.com – Penghapusan solar bersubsisdi dan pengurangan yang dilakukan oleh pemerintah berdampak bagi nelayan di Kampung Cituis, Desa Surya Bahari, Kecamatan Paku Haji, Kabupaten Tangerang.

Sulitnya mendapatkan BBM jenis solar di sejumlah tempat pengisian membuat mereka tak melaut. Kondisi ini membuat para nelayan pun terancam kehilangan pekerjaan.

Menurut keterangan warga, Suham tempat pengisian bahan bakar solar ini sudah tutup sejak tiga hari terakhir dan sudah tidak melanyani pengisian bagi para nelayan.

BACA :  Lahan Sempit, Perkembangan Properti di Tangsel Sulit

Tutupnya tempat pengisian bahan bakar solar ini membuat nelayan tidak bisa melaut. Ratusan kapal pun hanya bersandar di darmaga dan tidak terlihat satu pun aktifitas melaut yang dilakukan para nelayan.

“Kita hanya memperbaiki peralatan melaut seperti memperbaiki jaring dan perahu saja.” Kata Suham.

Sekalipun solar ada, dirinya mengaku tidak cukup untuk kebutuhan melaut, bahkan para nelayan harus bergiliran tiga hari sekali untuk mendapatkan solar.

Para nelayan pun berharap pemerintah tidak mempersulit kondisi ini apalagi ada rencana bahwa harga bahan bakar akan dinaikkan. Mereka mengaku akan lebih kesulitan dan terancam kehilangan pekerjaan jika pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak terutama jenis solar. (Riani)

BACA :  Penjual Pernik Agustusan Mulai Bermunculan di Kota Serang

 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler