Connect with us

METROPOLITAN

Enam Warga Dilaporkan Tertimbun, Dua Hilang dan 2.000 KK Mengungsi Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Lebak

Published

on

Personil gabungan Polda Banten diturunkan ke lokasi banjir bandang dan longsor di Lebak. Sedikitnya 2.000 KK mengungsi akibat bencana ini. (Foto: Dok. Bid. Humas Polda Banten)

Lebak – Banjir bandang dan longsor menerjang Kabupaten Lebak, Rabu, 1 Januari 2020. Bencana ini menimbulkan kerusakan, terutama di 12 desa di empat kecamatan, yakni Kecamatan Cipanas, Lebak Gedong, Sajira, dan Curugbitung.

Kapolres Lebak AKBP Andre Firman mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan enam warga tertimbun dan dua lainnya hilang akibat banjir bandang dan longsor.

Laporan tersebut diterima jajaran Polres Lebak dari warga dan perangkat desa yang menyebutkan delapan warga yang hilang, baik yang diduga hanyut hingga terkubur material longsoran. Pihak kepolisian masih mendalami informasi warga tersebut, sambil melakukan upaya pencarian korban.

BACA :  Parah! Selama Dua Bulan Karyawan Pabrik Perakitan HP dan LED TV di Serang Hanya Dibayar Rp150-300 Ribu

“Untuk orang hilang, ada dua orang diperkirakan hanyut, kemudian ada enam orang diperkirakan tertimbun tanah. Berdasarkan informasi dari masyarakat dan perangkat desa, masih kita dalami,” jelas Andre saat ditemui di Mapolsek Cipanas, Kabupaten Lebak, Rabu 1 Januari 2020.

2.000 KK Mengungsi

Andre memperkirakan, hingga Rabu, 1 Januari 2020, setidaknya 2.000 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak mengungsi di lapangan futsal dan balai desa.

Pihak kepolisian bersama Basarnas, BPBD, TNI dan pemerintah daerah juga telah mendirikan beberapa dapur umum dilokasi bencana untuk melayani warga.

“Kurang lebih total sementara, hampir dua ribu KK yang di tampung di balai desa dan lapangan futsal. Kami sudah mempersiapkan logistik di setiap titik bencana, bekerjasama dengan kepala desa,” katanya.

BACA :  Peringati HUT Satpol PP, Bupati Tangerang Harapakan Adanya peningkatan kualitas

Lokasi bencana terparah, lanjutnya, berada di Kecamatan Lebak Gedong, lantaran sumber banjir bah berada di perkampungan yang masuk ke dalam kawasan Gunung Halimun Salak.

“Yang kami alami tadi di perjalanan banyak jalan terisolir, karena banyak jalan yang tertimbun longsor, sekitar ada enam titik tanah yang bercampur air, karena (jika dilalui) bisa tenggelam dalam tanah. Terparah itu di Lebak Gedong, karena air berasal dari sana,” terangnya.

Sementara Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata menyatakan, Polda Banten telah menggerakkan sekitar 300 personil Polri, yang terdiri Sat Brimob, Dit Samapta, Dit Polairud, Bid Dokkes, Bid Humas, Polres Lebak dan Polsek, serta menyiagakan personil lain dari Polres Serang.

BACA :  Honda CS-1 Berplat Merah di Kota Serang Kepergok Parkir di Kamar Hotel Bareng Wanita

Polda Banten juga sudah menyediakan Dapur Umum untuk memberikan layanan makanan kepada warga di lokasi pengungsian serta memberikan layanan kesehatan.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler