Connect with us

Berita Terbaru

Duh, Lebih Dari 15 Ribu Balita di Kabupaten Tangerang Alami Stunting

Published

on

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Taufik Emil (dok).

Tangerang- Sekitar 15.318 balita di Kabupaten Tangerang terindentifikasi mengalami gangguan pertumbuhan atau stunting.

Untuk menanggulangi masalah pertumbuhan anak yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi tersebut, pemkab Tangerang menyiapkan anggaran sebesar Rp 45 milyar yang disebar ke beberapa OPD.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Taufik Emil mengungkapkan, sampai tahun 2024 mendatang angka stunting di Kabupaten Tangerang ditargetkan menurun 14 persen.

Maka dari itu, mulai tahun 2021-2022 pemkab Tangerang melalui beberapa OPD termasuk kecamatan dan desa berkomitmen untuk mencegah, menanggulangi dan menurunkan kasus stunting.

“Biaya sebesar Rp 45 milyar yang tersebar di beberapa PD itu termasuk dari alokasi dana desa,” Katanya, Kamis 22 April 2021.

BACA :  Diduga Serobot Aset Pemprov Banten, Proyek Pembangunan Jembatan Penghubung Kota Ayodhya Alam Sutera di Situ Gede Dihentikan

Menurutnya, selain masalah asupan gizi terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kasus stunting diantaranya pola pengasuhan, kesehatan dan lingkungan.

“Untuk itu upaya yang dilakukan seperti kegiatan sosialisasi dan kegiatan-kegiatan lain diharapkan tetap konsisten dan masyarakat pun harus aktif,” Ujarnya.

Ia menambahkan, kasus stunting di wilayah Kabupaten Tangerang tersebar di beberapa desa. Namun, terdapat 10 desa lokus yang diprioritaskan dalam aksi penekanan angka stunting ini.

“10 desa lokus tersebut yaitu Desa Tegal Angus, Desa Muara, Desa Rajeg Mulya, Desa Pondok Jaya, Desa Tanjung Pasir, Desa Sukasari, Desa Sasak, Desa Banyuasih, Desa Tanjakan dan Desa Rancailat,” Pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler