Connect with us

Berita Terbaru

Dear Orang Tua Murid, Belajar Tatap Muka di Tangerang Ditangguhkan hingga Covid-19 Melandai

Published

on

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Syaifullah (dok tangerangkab.go.id).

Tangerang- Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh sekolah di Kabupaten Tangerang ditunda. Sebelumnya, sekolah tatap muka secara terbatas akan dimulai pada Juli 2021. 

Namun, karena terjadi peningkatan kasus COVID-19 rencana pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2021/2022 untuk sementara ditangguhkan. 

“Kita melihat kondisi real kalau memang pandeminya sudah melandai Insya Allah kita akan buka (pembelajaran tatap muka) tapi untuk di bulan Juli nanti kita tangguhkan,” Kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Syaifullah, kepada BantenHits.com, Kamis 24 Juni 2021. 

Ia mengungkapkan, sebenarnya persiapan sekolah tatap muka sudah dilakukan sejak Juli tahun 2020. 

Di tahun lalu, Bupati Tangerang juga sudah memerintahkan Dinas Pendidikan untuk menyiapkan sarana dan prasarana  pembelajaran yang disesuaikan dengan protokol kesehatan (prokes). 

BACA :  WBP Lapas Serang Jalani Dua Test Sekaligus; Apa Itu?

Bahkan, seluruh satuan pendidikan tingkat SD SMP negeri dan swasta sudah menyiapkan seluruhnya secara prokes dan sesuai aturan. 

“Namun karena saat ini ada peningkatan kasus terpaksa kita tangguhkan dulu sampai pandemi melandai. Kalau sudah melandai Insya Allah kita buka (sekolah tatap muka) dengan segera,” Ujarnya.

Terkait vaksinasi bagi para guru, ia mengatakan, dari target sekitar 30 ribu guru yang akan disuntik vaksin, saat ini sudah hampir 17 ribu guru yang telah divaksinasi. 

Jika dipersentase baru sekitar 52 persen guru dan tenaga pendidik di Kabupaten Tangerang yang sudah divaksinasi. 

Akan tetapi menurutnya, seluruh guru sebenarnya mau divaksinasi. Namun, karena vaksin yang diberikan oleh pemerintah pusat bergelombang dan berjatah, sehingga harus menunggu giliran. 

BACA :  Dinilai Gagal, Mahasiswa di Tangerang Minta Jokowi Mundur

“Bahkan sebetulnya dari 17 ribu, yang mendaftar itu 19 ribu tapi yang 2 ribu guru belum bisa divaksin karena kondisi kesehatan. Tapi dari kuota vaksin yang diberikan Insya Allah kami selalu memprioritaskan tenaga pendidik,” Tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah 



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler