Connect with us

Berita Terbaru

Realisasi Investasi di Lebak Bersaing dengan Tangerang Raya Versi Pemprov Banten; Tembus Rp1,2 T

Published

on

Realisasi investasi triwulan pertama tahun 2022 versi DPMPTSP Provinsi Banten. (Istimewa)

Lebak- Realisasi investasi triwulan I tahun 2022 Kabupaten Lebak mencapai Rp1,2 Triliun. Jumlah tersebut jelas melampaui target yang hanya Rp367,5 miliar.

Capaian tersebut membuat daerah penyangga ibukota ini bisa bersaing dengan Tangerang Raya dan Kota Cilegon yang notabene Industri telah menjamur.

Berdasarkan rilis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Banten, Lebak berada di urutan ke tiga dalam realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan nilai Rp685 miliar.

Sedangkan di urutan pertama PMDN diduduki oleh Kabupaten Tangerang dengan nilai realisasi Rp2,7 Triliun lalu Kota Tangerang Rp2,1 Triliun.

BACA :  Nah Lho, Arak-arakan Massa saat Pendaftaran Bapaslon Kepala Daerah Diwarning Polda Banten

Di sisi lain, untuk penanaman modal asing (PMA) Lebak berada di urutan ke lima dengan nilai realisasi Rp613 miliar. Jauh tertinggal oleh Kota Baja yang berada di urutan pertama dengan nilai realisasi investasi Rp3,9 Triliun.

“Iklim bisnis di Kabupaten Lebak mengalami peningkatan sehingga realisasi investasi triwulan pertama bisa bersaing dengan kota-kota besar di Banten,”kata Kepala DPM Kabupaten Lebak, Yosep M Holis kepada BantenHits, Sabtu, 25 Juni 2022.

Menurut Yosep, realisasi investasi triwulan pertama di Kabupaten Lebak ini juga telah melampaui target realisasi investasi selama satu tahun yang hanya Rp1,22 Triliun.

“Alhamdulillah berkat kerjasama semua pihak realisasi investasi triwulan pertama melebihi target baik itu target per triwulan bahkan target tahun ini juga terlampaui,”katanya.

BACA :  Rp13 Miliar dari Utang Pemprov Banten ke PT SMI Akan Dipakai Belanja Pulsa, Pemerhati Layangkan Gugatan

“Kita akan mendorong agar investasi di Lebak terus bergulir,”tambahnya.

Berdasarkan catatan, terang Yosep, investasi terbesar di Kabupaten Lebak terdapat di sektor industri mineral non logam dengan realisasi 582.515.366.775. lalu sektor konstruksi 496.941.500.000.

“Kita akan berusaha agar mereka yang sudah berinvestasi untuk melakukan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM),”imbuhnya

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler