Connect with us

OLAHRAGA

Kapal Pengeruk Pasir di Laut Mauk (1)

Published

on

Pembaca yang Budiman, dalam rubrik “Intip” kali ini, redaksi akan menyajikan berita penelusuran aktivitas penambangan pasir laut di laut Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Berita dalam rubrik “Intip” ini kami sajikan secara bersambung. Selamat membaca…

 

Pembaca yang Budiman, dalam rubrik “Intip” kali ini, redaksi akan menyajikan berita penelusuran aktivitas penambangan pasir laut di laut Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Berita dalam rubrik “Intip” ini kami sajikan secara bersambung. Selamat membaca…

Langit di atas pesisir Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang pada Selasa (12/02/2013) malam itu terlihat hitam pekat. Kendati tak terang, namun hujan tak juga datang.

Tak seperti biasanya, malam itu halaman Pos Keamanan Laut (Kamla) di Desa Tanjung Anom dipenuhi warga sekitar. Selain warga dan anggota TNI yang bertugas di Kamla itu, terlihat juga sejumlah petugas kepolisian baik yang berseragam lengkap, maupun yang berpakaian preman.

Dari suasana yang kami tangkap di lokasi, kami menduga sebuah peristiwa baru saja terjadi di tempat itu. Dan ternyata dugaan kami tak meleset, seorang nelayan yang kami tanyai mengatakan, tiga rekannya sesama nelayan baru saja terbebas dari sandera di sebuah kapal.

Sebelum kami bertanya lebih lanjut, nelayan tadi kemudian mengajak kami menemui salah satu dari tiga nelayan yang disebutkan disandera kapal itu.

Ujang (38), salah satu nelayan yang disebutkan telah disandera kapal besar di Laut Tanjung Kait ini, kemudian menceritakan peristiwa yang baru saja dialami dirinya berikut dua temannya, Olib dan Bisri.

“Sejak kemarin kami (nelayan,red) memergoki kapal besar yang sedang melakukan aktivitas penyedotan pasir di Laut Tanjung Kait ini. Kami beramai-ramai, sekitar 10 perahu nelayan mencoba mengusir kapal tersebut,” kata Ujang.

Melihat perahu-perahu nelayan mendekat, kapal besar yang sedang menyedot pasir itu kemudian berusaha untuk kabur. “Perahu-perahu nelayan sempat terempas oleh gelombang besar dari kapal itu,” ujar Ujang.

Berbeda dengan perahu nelayan lainnya yang tak bisa mendekati kapal besar itu, Ujang dan dua rekannya justru berhasil mendekat bahkan bisa memanjat naik ke kapal besar itu.

Niat ujang dan dua rekannya yang hendak memastikan penghuni kapal pengeruk pasir ini, rupanya diterima sebaliknya oleh penghuni kapal. Penghuni kapal yang tak ingin menjadi korban amukan nelayan kemudian menjauh dari pantai sambil membawa tiga nelayan Tanjung Kait.

Melihat tiga rekan mereka dibawa kabur kapal itu, para nelayan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Pos Kamla di Tanjung Kait. “Mereka akhirnya dibebaskan berkat bantuan petugas Kamla,” kata nelayan lainnya yang juga menyaksikan pembebasan tiga nelayan ini.(Rus)

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + 13 =

Trending