Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Anggaran Obat Kota Tangsel Naik Jadi 12 M

Published

on

Banten Hits.com – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan menambah anggaran untuk pengadaan obat baik di dinas maupun RSUD.

Penambahan anggaran untuk pengadaan obat ini membengkak dari sebelumnya Rp. 8 Milyar menjadi Rp. 12 Milyar.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Dadang M. Epid, penambahan anggaran dibutuhkan untuk mengantisipasi terjadinya kekosongan stock obat.

Banten Hits.com – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan menambah anggaran untuk pengadaan obat baik di dinas maupun RSUD.

Penambahan anggaran untuk pengadaan obat ini membengkak dari sebelumnya Rp. 8 Milyar menjadi Rp. 12 Milyar.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Dadang M. Epid, penambahan anggaran dibutuhkan untuk mengantisipasi terjadinya kekosongan stock obat.

“Alokasi anggaran untuk obat mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu, untuk 2013 sebesar Rp 12 miliar terdiri untuk Rp 8 Miliar Dinas Kesehatan dan Rp 4 Miliar di RSUD, sedangkan di 2012 sebesar Rp 8 miliar,” ungkap Dadang disela-sela pertemuan dengan Walikota Tangsel di Serpong, Kota Tangsel, Senin (08/07).

Penambahan anggaran ini pun nantinya akan kembali dinaikan dalam anggaran perubahan hingga menjadi Rp 8 miliar.

Dadang mengutarakan, kenaikan anggaran pengadaan obat ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan obat. Alasannya, sistem e-catalog obat-obatan yang dari Kementerian Kesehatan jatuh di akhir bulan Mei.

Untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan obat, pihak Dinkes Tangsel melakukan antisipasi dengan menambah anggaran sebesar 20 persen sehingga stock obat hingga Agustus 2014 mendatang aman.

“Kita menggunakan e-catalog dan menyetok dengan perhitungan stock obat bertambah hingga 15 bulan, bukan 12 bulan,” kata Dadang.

Menurut Dadang dengan pemberlakuan e-catalog atau katalog elektronik bagi obat generik diharapkan akan mampu menekan adanya penggelembungan anggaran.

“Dengan e-catalog ini, sudah ada daftar semua nama obat, jenisnya, termasuk pabrik produsennya sehingga sangat transparan dan penyalahgunaan dapat ditekan,” tuturnya.

Sistem e-catalog obat generik itu memuat informasi seputar daftar nama obat, jenis, spesifikasi teknis, harga satuan terkecil, dan pabrik penyedia.

Sedangkan harga yang tercantum dalam e-catalog adalah harga satuan terkecil yang sudah termasuk pajak dan biaya distribusi.

Ia menjelaskan pengadaan obat generik yang sudah termuat dalam e-catalog akan dilaksanakan melalui mekanisme e-purchasing, serta bersifat penunjukan langsung oleh satuan kerja.

Sementara menurut Ketua Komisi II, Siti Chodijah terjadinya penambahan anggaran obat Tahun 2013 hingga mencapai Rp 12 miliar karena Kota Tangsel tidak memperoleh lagi kucuran dana alokasi khusus (DAK) dari APBN Pusat sebesar Rp 7 miliar.

“Kita sudah tidak mendapatkan bantuan DAK untuk pembelian obat generik, dan dana Rp 8 miliar untuk pembelian obat non generik, namun untuk tahun ini, dengan anggaran sebesar Rp 12 miliar ini Tangsel harus membeli obat generik dan non generik,” ungkapnya.

Chodijah menjelaskan ada sejumlah faktor yang menyebabkan Kota Tangsel tidak lagi memperoleh kucuran DAK dari pemerintah pusat. Salah satunya, karena pemerintah pusat menilai Pemkot Tangsel sudah mampu dalam mengelola anggaran.

Untuk tahun ini, Pemkot Tangerang Selatan hanya memperoleh bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp 38 Miliar untuk sektor pendidikan. (Riani)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − sixteen =

Trending