Connect with us

METROPOLITAN

Gawat! Sembilan Situ di Tangsel Rusak

Published

on

Banten Hits – Menurut daftar di Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terdapat sembilan situ yakni, Situ Rompong, Situ Kayu Antap, Situ Bungur, Situ Kuru atau Legoso dan Situ Gintung di Ciputat Timur, Situ Pamulang atau Ciledug dan Situ Sasak di Pamulang, Situ Rawa Kutuk di Serpong Utara, serta Situ Perigi di Pondok Aren.

Kondisi sembilan situ ini kritis. Lebih dari 50 persen jumlah situ yang ada di Tangsel luasnya terus menyusut. Bahkan, Situ Kayu Antap saat ini sudah diratakan tanah oleh salah satu pengembang. Padahal, kasusnya masih dalam proses di Mahkamah Agung. 

Terkait kerusakan situ yang terjadi Tangsel Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Tangsel Retno Prawati mengaku, Pemkot Tangsel tak mau kecolongan dengan ulah sebagian masyarakat yang merusak situ. Pengawasan, menurutnya tetap dilakukan.

BACA :  Kejang-Kejang setelah Imunisasi, Bocah di Pandeglang Divonis Kanker Otak

“PPNS atau Penyidik Pegawai Negeri Sipil dari Kemen PU pun sudah rajin turun ke situ-situ yang ada di Tangsel. Ini baik, agar kondisi situ di Tangsel tetap terjaga dan terpelihara sebagai daerah resapan,” ungkap wanita berkerudung ini.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menyoroti situ-situ di Banten yang kini dikuasi pihak lain dengan diterbitkannya sertifikat hak guna bangunan (HGB) dan sertifikat hak milik (SHM) atas nama pihak ketiga.

(BACA JUGA : Ini Empat Temuan Serius BPK Pada Keuangan Banten)

Mengamini temuan BPK itu, Direktur Eksekutif Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (YAPELH) Uyus Setia Bakti mengungkapkan, saat ini kondisi situ-situ di Tangerang sudah terkepung sama pengembang perumahan. Uyus menyebut di antaranya, Situ Gede, Situ Kunciran, Situ Rawa Kompeni, Situ Rawa Kutuk, dan Situ Cipondoh.

BACA :  Revitalisasi Banten Lama Mulai Berwujud, Pemangku Adat Sebut Seperti Mimpi

(BACA JUGA : BPK Soroti Situ di Banten, YAPELH: di Tangerang Situ Terkepung Pengembang)

“Semua itu adalah situ alamiah. Terakhir saya lihat semuanya masih terdaftar sebagai aset. Entah saat ini,” kata Uyus.(Rus)

 



Terpopuler