Connect with us

METROPOLITAN

Pemkab Pandeglang Didesak Hentikan Aktivitas Pabrik Air Mayora Grup

Published

on

Banten Hits – Pemkab Pandeglang didesak hentikan aktivitas pabrik air kemasan PT Tira Fresindo Jaya (PT TFJ Mayora Grup). Hal itu disuarakan ratusan massa santri dan tokoh agama Kecamatan Baros, Serang dan Kecamatan Cadasari, Pandeglang yang berunjuk rasa, di halaman pendopo Bupati Pandeglang, Rabu (4/5/2016).

Ahmad Zudein salah seorang tokoh masyarakat mendesak, Pemkab Pandeglang harus segera menghentikan operasi PT. TFJ. Pasalnya ia menilai, pendirian perusahaan air minum kemasan itu melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.

Menurutnya, upaya Pemerintah Daerah untuk mengurangi angka pengangguran melalui investasi PT. TFJ di tidak sejalan dengan kenyataan. Malah menurutnya, keberadaan pabrik bakal menambah jumlah pengangguran dari kalangan petani.

BACA :  Digerebek, Pabrik Petasan di Pagedangan Beromzet Ratusan Juta Rupiah

“Kalau lahanya sudah tidak bisa digarap nanti mau kerja apa mereka, untuk melamar pekerjaan tidak punya ijazah,” kata Zudein.

Akibat lahan petani yang tidak bisa dialiri air, memaksa petani gantung cangkul lantaran sawahnya tidak bisa digarap. Bahkan, kondisi tersebut sudah terjadi sejak 3 tahun lalu.

“Perusahan sudah menganggu keberadan mata air, oleh karena itu kami mendesak Pemkab menarik kembali perizinannya,” tegas Zudein.

Zudein meminta, lokasi tersebut sesuai dengan RTRW. Apalagi, Kecamatan Cadasari sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo sudah termasuk dalam Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang seyogyanya tidak boleh dialih fungsikan.

“Pemkab harus mengambil sikap tegas untuk mencabut izin pendirian PT. TFJ, sehingga konflik berkepanjangan ini bisa segera berakhir. Apalagi kami juga sudah melaporkan sejak tahun 2014,” pintanya.(Nda)

BACA :  Ingin Bangun Dapur Pengelolaan Limbah B3 di Maja, Pemkab Lebak Butuh Dana Rp20 Miliar



Advertisement
Click to comment

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh