Connect with us

PERSONA

Wirjo Pengusaha Sale Pisang ‘Kawakan’ di Pelosok Lebak

Published

on

Wirjo pengusaha sale pisang asal Cilograng, Kabupaten Lebak. (Istimewa).

Lebak- Wirjo pria bertubuh gempal ini layak disematkan gelar sebagai pengusaha Sale Kawakan di Kabupaten Lebak. Mengapa tidak, pria asal Kampung Cikatomas, Desa Cikatomas, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak ino telah 30 tahun menekuni usaha pisang sale.

Diusia Wirjo yang tak lagi muda tak menyurutkan semangatnya untuk tetap memproduksi sale-sale yang menjadi buah tangan khas Lebak Selatan.

Berbagai halang rintang telah dilakoni Wirjo selama menjalani usaha pisang sale mulai dari dipikul berjalan kaki dari kampung ke kampung di sekitar Kecamatan Bayah hingga terbangun rumah luas di pinggir jalan raya Cibareno.

Wirjo, dikenal sebagai salah satu pengusaha Sale Pisang yang cukup sukses di kecamatan Cilograng dan Bayah.

BACA :  Iyus Gusmana, Tukang Urut yang Jadi Wakil Rakyat

“Alhamdulillah, saya cukup mendapatkan barokah dari usaha Sale Pisang ini. Merintis dari mulai usaha kecil-kecilan dengan memikul sampai seperti sekarang,”kata Wirjo.

“Anak dan menantu saya juga mengikuti jejak usaha Sale Pisang ini. Alhamdulillah mulai nampak hasil nya lebih baik, sejak mendapat bimbingan dari Dinas Perdagangan dan Perinduatrian Kabupaten Lebak,”tambahnya.

Mengusung label ‘Pa Wirjo’, Ia mengaku banyak mengirim produknya keluar Kabupaten Lebak.

“Iya, pesanan cukup banyak dari daerah Jawa Barat, semisal Cianjur dan Sukabumi, mereka menjemput berapapun Sale yang tersedia,” jelas Wirjo.

Namun, Wirjo mengaku belakangan ini tengah dibuat kewalahan oleh membludaknya pesanan pisang sale lantaran bahan baku yang mulai sulit untuk didapat.

“Tapi sekarang, saya mulai kewalahan memenuhi kebutuhan pesanan. Bukan di permodalan ataupun pemasaran. Namun dari bahan baku yang susah di dapat. Dulu saya bisa produksi setiap hari, sekarang dalam sebulan paling hanya bisa dua kali produksi. Pisang Seblot, sebagai bahan baku Sale mulai langka. Saya punya kebun pisang, namun banyak kena hama ganjur pula, susah,” keluh Wirjo.

BACA :  Kisah Sukses Petani Rumput Laut di Pesisir Carita, Berhasil Bangkit dari Bayang-bayang Tsunami

Sale Pisang Wirjo dikenal manis dan legit, dengan aroma khas pembakaran kayu. Varian lain ada pula yang di iris tipis, cukup diminati konsumen.

Untuk menghidupkan usahanya, Wirjo saat ini juga berusaha hasil bumi, seperti Cengkeh, Kapol (Kapulaga) dan lain-lain.

“Bahan baku mulai berkurang, jadi untuk memutar usaha, saya usaha hasil bumi juga, dikirim ke Rangkasbitung,” tutup Wirjo.

Sementara Anggota Fraksi PKS DPRD Lebak, Dian Wahyudi berharap, keluhan pelaku usaha Sale Pisang diperhatikan oleh Pemerintah.

“Kalau infrastruktur jalan utama ke Lebak Selatan saya lihat sudah cukup bagus, bahkan di cor. Termasuk jalan alternatif lingkar ke wisata Pantai Sawarna juga sudah bagus, sudah di cor dan di aspal mulus. Namun ternyata pelaku usaha Sale Pisang mengeluhkan langkanya bahan baku,”ujar Dian yang juga Anggota Komisi 4 DPRD Lebak.

BACA :  Kreasi Lukisan Michael Tube, Narapidana Asal Jerman yang Mempesona

“Saya kira perlu disikapi, apalagi sebelumnya kecamatan Bayah dan Cilograng dikenal sebagai sentra Sale Pisang, perlu dipikirkan solusinya oleh Dinas Pertanian dan instansi terkait, agar oleh-oleh khas Lebak Selatan tetap ada. Apalagi ternyata banyak terserap ke daerah lain,” tambah ketua DPD PKS Lebak ini.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler