Connect with us

Berita Utama

Kenalkan Tuti Ratulanes, Emak-emak Kreatif Asal Menes; Di Tangannya Limbah Bahan Bangunan Berubah Jadi Hasil Kerajinan

Published

on

Tuti Ratulanes, emak-emak asal Menes, Pandeglang pengolah limbah bangunan jadi barang kerajinan bernilai ekonomi tinggi. (BantenHits.com/ Samsul Fatoni).

Pandeglang – Tuti Ratulanes (50) namanya. Perempuan asal Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang ini memilih menghabiskan waktu untuk berkreasi.

Sebuah pilihan yang ‘tak lazim’ di saat kebanyakan emak-emak zaman now memilih menghabiskan waktu untuk bersosialita atau berselancar di sosial media.

Tuti adalah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kampung Kadutanggay, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.

Dengan tangan ajaibnya, Emak Tuti mampu menyulap limbah bata hebel menjadi barang kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi seperti asbak, pot bunga serta jenis barang lainnya.

BACA :  Sepakbola Kabupaten Tangerang Digdaya, Dua Kali Porprov Banten Berturut-turut Juara

Pembuatan kerajinan limbah habel terlihat sederhana ditangannya. Peralatan yang digunakan pun hanya alat manual, yakni gergaji, kikir dan pahat.

Langkah pertama, limbah habel disiram air, kemudian dibuat pola dan langsung diukir. Setelah terbentuk pola, baru kemudian dilapisi oleh semen dan dijemur hingga kering.

Ide membuat kerajinan dari limbah bata hebel ini berawal dari hobinya merawat tanaman hias dan membuat pot bunga.

“Karena saya juga hobi merawat tanaman hias. Maka bersama suami punya inisiatif untuk mengolah limbah bata hebel jadi pot bunga dan barang lainnya,” ungkap Tuti Ratulanes saat ditemui di kediamannya, Minggu 27 Maret 2022.

Hasil kerajinannya ini, lanjut Tuti, selain digunakan untuk kepentingan pribadinya, juga dijual melalui media sosial ataupun teman – temannya sesama pecinta tanaman hias, dengan kisaran harga mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 100 sesuai ukurannya.

BACA :  Duh, 29 Perda Kota Serang Mandek di Biro Hukum Pemprov Banten sejak 2016

Tuti juga mengaku, dalam sebulan mampu menjual pot bunga limbah habel sebanyak 20 hingga 30 buah dengan berbagai ukuran dan jenisnya.

“Untuk harganya tergantung kerumitan dan ukuran pot dari bahan bata hebel ini. Mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu,” katanya.

Tuti berharap kerajinan limbah habel miliknya mendapatkan perhatian Pemerintah Daerah setempat, serta mampu memotivasi masyarakat lainnya untuk berkreasi di tengah pandemi COVID-19 saat ini, sehingga dapat membantu perekonomian kekuarga yang saat ini sedang terpuruk.

“Ya harapannya bisa dilirik oleh pemerintah, dan bisa membantu masyarakat sekitar, kan lumayan juga buat tambahan kebutuhan sehari-hari,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

BACA :  Dear Millenials, Kalian Bisa Bawa Indonesia Jadi Pemenang di Masa Pandemi dengan Hal Ini!

 



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler