Connect with us

Berita Utama

Pemilihan Supplier Program Sosial di Pendopo Bupati Pandeglang Kisruh, Agen Ramai-ramai WO

Published

on

Para Agen saat melaksanakan Pemilihan Supplier pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Sembako di Gedung Pendopo Bupati Pandeglang. (BantenHits.com/Engkos Kosasih).

Pandeglang – Pemilihan Supplier pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Sembako di Gedung Pendopo Bupati Pandeglang, kisruh. Bahkan, sejumlah Agen memilih meninggalkan ruangan rapat atau Walk Out (WO).

Mereka beralasan, proses pemilihan pemasok itu tidak terbuka lantaran tidak mengumumkan perusahaan mana saja yang menjadi penyedia barang.

Indikasi ketidakterbukaan itu karena para agen hanya dipersilahkan memilih menu yang akan mereka pesan tetapi tidak dicantumkan nama perusahaan penyedia.

Ketua Paguyuban Agen di 24 kecamatan, Ade Emon mengaku khawatir terhadap kualitas dan kuantitas menu yang disediakan oleh para supplier. Sebab, jika agen salah memilih supplier maka imbasnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

BACA :  Diakui Luar Negeri, Ini Akreditasi dan Kompetensi Laboratorium PDAM TKR Tangerang

“Agen ini pertanggungjawabannya pada pemerintah dan KPM atau masyarakat miskin, ketika hari ini kami salah memilih supplier maka kami yang akan menyesal selamanya. Jangan sampai terjadi beras menjadi bawang karena kualitasnya tidak layak dimakan,” katanya, Jumat, 14 Februari 2020.

Wakil Ketua Tim Koordinasi Kabupaten, Ramadani menduga oknum yang melakukan protes dan walk out saat pemilihan supplier program sembako ada kongkalikong dengan supplier.

“Biasanya mereka sudah tendensius dari awal, sudah menandai jagoannya. Makanya kami ga menunjuk nama perusahaan karena mereka (supplier) sudah ada yang menjanjikan (sesuatu) ke agen-agen,” ucap Ramadani usai pemilihan supplier.

Ia menegaskan, sebelum diadakannya pemilihan supplier tim koordinasi, pihaknya sudah melakukan tahap seleksi verifikasi administrasi, seleksi spesifikasi barang dan tahap pemilihan pemenang supplier.

BACA :  Antisipasi Bentrokan Warga, Polisi Berjaga di Sukadiri Tangerang

Hasilnya, dari 18 perusahaan yang mendaftarkan diri sebagai calon supplier, hanya 10 perusahaan yang sanggup menyediakan barang sesuai dengan yang diminta. Dari 10 perusahaan yang keluar sebagai pemenang, mereka diantaranya Bulog, Pandeglang Berkah Maju, Kenji one, dan PT AAM.

Namun ia menegaskan, jika diperjalanan ada supplier yang dianggap tidak sesuai dengan perjanjian antara supplier dengan agen maka sanksi tegasnya adalah dicoret dari daftar sebagai penyedia barang.

“Kalau mereka wanprestasi dan ada agen yang lapor pada kami langsung dicoret dan pada bulan berikutnya dia ga akan distribusi lagi. Kualitas harus dijaga,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur CV Kenzi One Indonesia, yang menjadi salah satu pemasok terpilih, Raden Muhammad Bambang Sukron Nurhadi menyampaikan terimakasihnya pada agen yang telah memilih perusahaan sebagai salah satu penyedia barang. Sebagai supplier, ia menjanjikan barang yang disalurkan ke agen-agen merupakan produk lokal dan berkualitas tinggi.

BACA :  Saran Pattiro ke WH-Andika soal Program Kesehatan Gratis

“Alhamdulillah perusahaan kami masih dipercaya oleh agen untuk menyediakan barang yang dibutuhkan. Produk kami tentunya mengutamakan kualitas dan produk lokal. Kepercayaan ini akan kami jaga agar agen dan KPM merasa puas pada barang yang kami sediakan,” tambahnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler