Connect with us

Berita Terbaru

Ratusan Mobil Pemudik di Tol Tangerang-Merak Dipaksa Putar Balik

Published

on

IMG-20200426-WA0028

Petugas saat melakukan pemeriksaan kendaraan pemudik di Pintu Tol Merak, Sabtu malam, 25 April 2020. (BantenHits.com/Iyus Lesmana)

Cilegon – Direktorat Lalu-lintas Polda Banten menyetop setiap kendaraan seluruh kendaraan di Pintu Tol Keluar Merak, Sabtu malam, 25 April 2020.

Ratusan mobil pribadi dan angkutan umum pengangkut pemudik yang hendak menuju Pelabuhan Merak dipaksa putar balik.

Kendaraan yang dipaksa memutar balik berasal dari arah Jakarta yang hendak menuju arah Pelabuhan Merak melalui pintu tol Cikupa, Kabupaten Tangerang Banten.

Penyetopan yang dilakukan Ditlantas Polda Banten menyusul larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah.

Wartawan BantenHits.com Iyus Lesmana melaporkan, di pintu keluar Tol Merak, puluhan petugas Ditlantas Polda Banten melakukan penyetopan kendaraan pribadi, maupun umum seperti travel dan bus penumpang untuk dilakukan pemeriksaan.

BACA :  Hardiknas 2019, Bupati Iti: Momentum Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan

Petugas langsung memerintahkan kepada sopir kendaraan untuk memutar balikkan kendaraan ke daerah asal jika kedapatan akan melakukan perjalanan mudik melalui Pelabuhan Merak.

Kepada awak media Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo mengatakan, penyekatan kendaraan pemudik yang dilakukan oleh pihaknya merupakan salah satu upaya untuk memutus penyebaran Covid-19.

Sehingga jumlah volume pergerakan lalulintas masyarakat yang keluar masuk antar provinsi maupun yang masuk keluar wilayah Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) dapat berkurang.

“Sejak kemarin kita sudah melakukan penyekatan mulai dari gerbang Tol Cikupa jalur B yang menuju arah Jakarta sampai dengan Pelabuhan Merak ini, sebanyak 257 kendaraan roda 2, 4 maupun lebih. Hari ini kita melakukan penyekatan berjumlah 186 kendaraan, artinya sampai dengan saat ini jumlah kendaraan yang melakukan mudik mengalami penurunan 27 persen,” kata Wibowo, Sabtu , 25 April 2020.

BACA :  Dipimpin Heldy Agustian, Partai Berkarya Targetkan Delapan Kursi di Cilegon

Wibowo mengungkapkan, selain kendaraan para pemudik, pihaknya akan tetap memprioritaskan kendaraan pengangkut kebutuhan bahan pokok dan kendaraan yang memang sudah diizinkan untuk melakukan perjalanan menuju Pelabuhan Merak.

“Sekali lagi saya tekankan, sasaran kita adalah kendaraan para pemudik. Seperti yang diketahui yang diizinkan seperti truk muatan barang sembako, alat-alat medis dan BBM yang diizinkan tetap kita berikan prioritas dan akan kita kawal menuju Pelabuhan Merak.”  

Donal, salah seorang sopir bus travel terpaksa harus mengikuti imbauan petugas dengan memutar balikkan kendaraannya menuju daerah asal yakni Jakarta.

Saat diinterogasi oleh petugas ia mengaku belum mengetahui adanya larangan mudik yang ditetapkan oleh pemerintah.

BACA :  Bawa Kader, Simpatisan dan Relawan, Ratu Ati Marliati Jadi Pendaftar Pertama ke KPU Cilegon

“Saya dari Jakarta, di tol banyak polisi yang jaga. Saya keluar pintu Tol Bitung terus saya masuk lagi ke tol sekarang saya mau balik lagi ke Jakarta. Saya gak tau ada larangan mudik baru kali ini saya bawa penumpang,” ujarnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Terpopuler