Connect with us

Berita Terbaru

Benarkah Optimisme Konsumen Membaik Lagi saat Kasus Covid-19 di Indonesia Masih Tinggi?

Published

on

 

Rapid test massal di Kecamatan Carita diikuti 170 warga. Semuanya dinyatakan reaktif Covid-19. Rapid test dilakukan menyusul tiga warga di kampung ini dinyatakan positif Covid-19, satu di antaranya bahkan meninggal dunia. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Jakarta – Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia hingga pertengahan Juli 2020 ini masih mengalami peningkatan.

Namun, ternyata meski kasus belum menurun, optimisme konsumen justru sudah mengalami peningkatan setelah turun selama pandemi Covid-19.

Riset terbaru yang dilakukan Lifepal.co.id, sebuah lembaga keuangan yang rutin mempublikasikan data dan riset seputar bisnis, investasi dan asuransi menunjukkan peningkatan indeks keyakinan konsumen (IKK) selama kurun Mei – Juni 2020.

“Riset data terbaru kami mengungkap, kendati kasus Covid-19 terus meningkat, keyakinan konsumen mulai membaik, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat,” kata Manajer Konten Lifepal.co.id, Ruben Setiawan dalam keterangan tertulis kepada BantenHits.com.

Menurut Ruben, optimisme konsumen terhadap perekonomian Indonesia di masa pandemi Covid-19 lebih dipengaruhi oleh pergerakan mobilitas masyarakat.

Penguatan optimisme konsumen yang tercermin lewat IKK pada periode Mei hingga Juni 2020 ini terjadi seiring meningkatnya mobilitas warga menyusul diberlakukannya berbagai pelonggaran pembatasan aktivitas.

“Peningkatan jumlah kasus Covid-19 dan penurunan mobilitas warga pada Maret, April, hingga Mei sempat memicu pelemahan IKK. Jelas saja, IKK, atau indeks yang menjadi alat ukur perilaku konsumen rumah tangga dalam hal pengeluaran merosot secara beruntun pada tiga bulan tersebut,” jelasnya.

BACA :  Bupati Zaki Pastikan Hotel Yasmin Masih Bisa Tampung Pasien OTG Covid-19 Tangerang

Namun, sejalan dengan diberlakukannya pelonggaran pembatasan aktivitas seperti yang semula awam disebut New Normal dan lantas kini diganti diksinya dengan Adaptasi Kebiasaan Baru, IKK pun membaik. 

Lifepal.co.id mencatat, setelah menyentuh titik terendahnya pada Mei, IKK bulan Juni mengalami rebound. Padahal, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan penurunan dan sudah menyentuh 78.572 kasus pada 14 Juli 2020.

Ruben menjelaskan, sejalan dengan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun bentuk pembatasan lainnya sejak pertengahan Maret 2020, terjadi penurunan mobilitas warga yang cukup signifikan di pusat perbelanjaan, hiburan, farmasi, taman bermain, dan tempat kerja.

Data Laporan Mobilitas Masyarakat selama pandemi Covid-19 mencatat adanya penurunan rata-rata mobilitas masyarakat dalam sepekan, terhitung dari pertengahan Maret hingga awal April 2020. Rata-rata mobilitas warga Indonesia adalah per 26 April 2020, turun hingga 35%. 

Penurunan mobilitas itu ternyata diikuti pula dengan penurunan IKK. Sejak Februari 2020, IKK mengalami penurunan. Dari yang sebelumnya di level 113,8  di Maret 2020 menjadi 84,8 pada Bulan April 2020.

BACA :  Warga Binaan Lapas Rangkasbitung Ramai-ramai Jalani Test Urine; BNN : Instruksi Jokowi

IKK pun kembali mengalami penurunan ke level 77,8. Namun dalam rentang waktu, 26 April hingga 3 Mei 2020, mobilitas warga justru mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan, meski belum signifikan.

IKK Mulai Pulih saat Adaptasi

Grafik yang menunjukkan optimisme atau indeks keyakinan konsumen mulai membaik meski kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. (Dok.Lifepal.co.id)

Pelonggaran PSBB yang diiringi dengan pembukaan sektor-sektor bisnis di masa Adaptasi Kebiasaan Baru, terbukti mendorong peningkatan mobilitas warga  Dalam rentang waktu Mei hingga Juni 2020, mobilitas warga pun berangsur meningkat. 

Tepat pada Akhir Juni 2020, aktivitas mingguan masyarakat Indonesia hanya terbendung 13,4% dari total. Bersamaan dengan itu, IKK pun mengalami kenaikan ke level 83,8 pada bulan Juni.

Meskipun terjadi kenaikan sebesar 6 basis poin dari Mei ke Juni 2020, akan tetapi nilai IKK Juni masih berada di bawah April 2020. 

Peningkatan mobilitas warga, ungkap Ruben, memang merangsang perbaikan IKK. Namun, kenaikan mobilitas juga memperburuk masalah yang belum selesai, yakni penyebaran Covid-19.

“Terlihat jelas bahwa pelonggaran PSBB di saat memasuki era Adaptasi Kebiasaan Baru justru berimbas pada kenaikan penambahan kasus baru Covid-19. Kurva kenaikan kasus baru Covid-19 di Indonesia justru makin terlihat naik dari hari ke hari,” ungkapnya.

BACA :  Oleh-oleh Pemudik Picu Lonjakan Jumlah Positif Covid-19 di Kabupaten Lebak

“Di satu sisi, kenaikan IKK mungkin menjadi sinyal yang baik karena hal ini menunjukkan adanya peningkatan sinyal konsumsi dan juga investasi. Akan tetapi, peningkatan jumlah kasus Corona juga bisa menimbulkan masalah baru di masa yang akan datang,” sambungnya.

Jika kasus makin memuncak dan Pemerintah harus kembali membatasi aktivitas warga, Ruben memperkirakan, fenomena ini berpotensi menurunkan konsumsi dan menciptakan ketidakpastian kembali bagi para pelaku usaha yang akhirnya juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) merupakan indikator ekonomi yang dirancang untuk mengukur optimisme atau pesimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian suatu negara.

Naik turunnya IKK disebabkan karena kenaikan dan penurunan dari dua indeks pembentuknya yaitu, Indeks Kondisi Ekonomi (IKE), dan Indeks Ekspektasi Konsumen. 

Nilai IKK di bawah 100 menandakan masuknya IKK ke zona pesimis yang berimbas ke penurunan daya beli dari masyarakat. Sementara itu, nilai IKK di atas 100 menandakan bahwa IKK masih berada di level optimis.

Informasi seputar IKK dapat diakses langsung dalam Survei Konsumen Bank Indonesia (BI).

Untuk membuat laporan ini, Lifepal.co.id menggunakan dua set data, yakni data pergerakan masyarakat di Indonesia dengan memanfaatkan Laporan Mobilitas Masyarakat Selama Pandemi COVID-19 yang dirilis Google.

Data tersebut diolah dan dibandingkan dengan data pertumbuhan kasus Covid-19 yang didapat dari Kemenkes dan pertumbuhan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang didapat dari situs Bank Indonesia.

Untuk mengolah data survei responden ini, Lifepal.co.id menggunakan data organizational software.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler