Connect with us

Berita Terbaru

Sebulan 20 Kapal Tongkang Masing-masing Bermuatan 7.000 Ton Batu Bara Labuh Jangkar di Pulau Liwungan dan Papole

Published

on

Kapal tongkang bermuatan batu baru yang labuh jangkar di Perairan Pandeglang. Dalam sebulan ada 20 kapal tongkang masing-masing bermuatan 7.000 ton batu bara labuh jangkar di Pulau Liwungan dan Papole. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Keberadaan kapal tongkang pengangkut batu bara di perairan Kabupaten Pandeglang kian marak. Dalam sebulan saja, ada 20 kapal tongkang yang berlabuh jangkar, dengan rata-rata setiap kapal membawa batu bara sebanyak 7.000 ton.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Labuan, Mastur mengatakan, kapal tongkang yang masuk ke wilayah perairan Pandeglang berasal dari wilayah Lampung dan Kalimantan. Biasanya, kapal tongkang tersebut berlabuh jangkar di wilayah Pulau Liwungan dan Papole.

BACA :  Warganet Ramai-ramai Bela Bawaslu soal Pemeriksaan Lima Camat di Kabupaten Pandeglang

“Ada 20 kapal tongkang perbulan. Rata-rata disini Kalimantan dan Tarahan Lampung. Sandar juga paling di Liwungn atau Papole, berat muatan juga rata-rata 7000 ton,” kata Mastur, Jumat, 11 September 2020.

Mastur menjelaskan, sebelum kapal tongkang labuh jangkar di periaran Pandeglang, perusahaan pemilik tongkang selalu mengirimkan dokumen izin sandar dan jumlah muatan batu bara terlebih dahulu. Setelah dokumen itu lengkap, KUPP Labuan baru membolehkan kapal tongkang labuh jangkar.

“Minimal satu hari sebelum masuk ke Pandeglang, semua kapal memberikan dokumen dan sudah terdeteksi semua,” jelasnya.

Menurut Mastur, selama ini kapal tongkang langsung membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) langsung ke Pemerintah Pusat. Setelah pembayaran itu selesai, kemudian KUPP mengeluarkan izin masuk dan keluar Pandeglang.

BACA :  Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Perairan Pulau Tinjil Pandeglang

“Kita hanya memonitor, dalam dokumen itu lengkap dengan jumlah barang, kalau pengecekan bukan dari kita, kita hanya mengeluarkan surat izin masuk atau keluar aja, dan hanya menerima bukti stor aja, karena uang PNBP langsung bayarnya ke negara,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler