Connect with us

Advertorial

Lagi Hits Nih Gaes! Selain Spot Alamnya Keren, di Desa Wisata Cikolelet Cinangka Travelers Bisa Menikmati Sensasi Memerah Susu Kambing dan Menyuling Sereh

Published

on

Salah satu area camping ground yang ada di Desa Wisata Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. (Dok. Pemkab Serang)

Serang – Suasana sejuk adalah sesuatu yang langka bagi manusia yang tinggal di kota-kota besar, seperti Jakarta dan kota lainnya.

Karenanya, di hari week end dan libur nasional, mereka benar-benar memanfaatkanya untuk mengunjungi tempat wisata alam yang masih asri dan alami.

Untuk mendapatkan suasana sejuk, mereka rela menempuh perjalanan panjang berjam-jam, bahkan sampai seharian penuh. Belum lagi jika mereka harus terjebak dengan kemacetan.

Nah, buat travel yang tinggal di sekitar Jakarta, kini kalian tak perlu lagi harus pergi jauh-jauh sampai bermacet-macetan untuk mendapatkan suasana alam yang kalian inginkan.

Hanya menghabiskan waktu perjalanan 1-3 jam dari Jakarta, travelers sudah bisa tiba di Desa Wisata Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.

Lalu apa menariknya Desa Wisata Cikolelet Ini?

Desa Wisata Cikolelet merupakan destinasi petualangan di Barat Pulau Jawa yang terletak di Kecamatan Cinangka.

Wisata ini berhasil ditata dan dikelola oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Anindya Pramudita di bawah binaan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Serang.

Desa ini telah ditetapkan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menjadi yang pertama sebagai desa wisata di Kabupaten Serang. Wisata tersebut berdekatan dengan wisata Pantai Cinangka dan Anyer. Desa Cikolelet sangat strategis untuk berlibur di akhir pekan.

Empat potensi wisata alam yang wajib dikunjungi saat berada di Desa Cikolelet yakni Gunung Pilar, Puncak Cibaja, serta air terjun Curug Kembar dan Curug Lawang.

Curug Kembar yang ada di Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. (FOTO: keluyuran.com)

Curug Kembar berada di Kampung Cisirih. Dinamakan Curug Kembar alasannya karena mempunyai dua air terjun dalam satu tempat yang ketinggiannya sekitar 15 meter.

BACA :  Dear, Buruh: Aksi Boleh Tapi Pliss Jangan Rusuh! Kasian Kan Kalau Gini Jadinya

Sedangkan, air terjun Curug Lawang merupakan tujuan yang tepat untuk pecinta alam. Medan perjalanan yang cukup jauh akan terbayar dengan indahnya air terjun dari ketinggian sekitar 20 meter.

Sementara, Puncak Pilar berada di Kampung Cibunut. Puncak Gunung Pilar ini menawarkan wisata alam yang indah dan alami dengan pemandangan yang eksotis dengan background Gunung Karang Pandeglang.

Di Puncak Pilar saat ini dikembangkan berbagai permainan outbond, flying fox , dan tempat selfie.

Dari Puncak Pilar, pengunjung bisa beralih ke Puncak Cibaja yang berada di Kampung Kondang Amis. Lokasi ini tepat untuk kegiatan outdoor dengan fasilitas yang lengkap seperti wilayah kemping, toilet, mushola dan warung makan.

Para pesepeda berfoto di Puncak Baja yang ada di Desa Wisata Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. (FOTO: DOK. Pemkab Serang)

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Serang, Hamdani menjelaskan, travelers yang sudah puas menikmati pesona alam bisa berlanjut menikmati sensasi berada di peternakan.

Pasalnya, di Desa Wisata Cikolelet juga terdapat peternakan kambing etawa yang berada di Kampung Kopi. Peternakan ini mendapatkan pemberian kambing khas Thailand oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo dan sekarang telah berkembang menjadi wisata desa.

Di peternakan ini, pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan pekerja dan hewan ternak, yakni dengan ikut memerah susu kambing. Seru kan?

BACA :  Anak Perusahaan Antam Perluas Area Penambangan Emas di Pandeglang; Begini Respon Bupati Irna ¬†

Kemudian ada juga penyulingan sereh wangi yang berada di Kampung Kadu Kandang. Kegiatan penyulingan minyak sereh telah berjalan kurang lebih dua tahun dan hasil produksinya telah dijual ke berbagai tempat bahkan diekspor ke luar negeri.

Ternyata, pengembangan ekonomi kreatif di Desa Cikolelet ini selain ternak kambing etawa dan penyulingan sereh, ada juga budidaya telur burung puyuh.

Yang lebih menariknya lagi, saat ini di Desa Cikolelet saat ini sudah tersedia juga tersedia homestay yang dijamin nyaman dan aman untuk ditempati selama liburan.

“Jadi, di Desa Wisata Cikolelet ini sangat lengkap. Mulai dari peternakan, penyulingan, jembatan, puncak, air terjun, kemudian fasilitas aktivitas outdoor, jalur sepeda, tempat makan atau warung, dan cocok juga dijadikan tempat perkemahan,” kata Hamdani saat ditemui wartawan BantenHits.com di kantor Disparpora Kabupaten Serang, Kamis, 24 September 2020.

Para anggota Pokdarwis binaan Disparpora Kabupaten Serang berfoto bersama. (Dok. Disparpora Kabupaten Serang)

Lebih lanjut, Hamdani mengatakan, pentingnya kerjasama antarlembaga dalam pemberdayaan masyarakat Desa Wisata. Ia merasa, dari tahun ke tahun semakin dirasakan perlunya pendekatan yang strategis dan efektif dalam pemberdayaan masyarakat desa wisata, maka merasa perlu melakukan pendekatan baru dalam mempercepat perubahan yang lebih baik bagi masyarakat yaitu pendekatan pendampingan.

Menurut Hamdani, dengan program pendampingan diharapkan masyarakat desa agar mampu mewujudkan desanya menjadi desa wisata. Selain itu, diharapkan juga program pendampingan masyarakat desa, akan terbangun kekuatan yang dapat membantu dan mempercepat langkah mereka menjadi dinamis dan sinergis.

“Ini faktor pendorong sehingga kerjasama ini perlu dilakukan adalah besarnya jumlah SDM yang harus diberdayakan, perlu keseragaman atau standar program, keseragaman materi, dan metode pemberdayaan yang tepat, memerlukan waktu relatif lama keterbatasan Disparpora menjangkau masyarakat yang banyak dan tersebar di seluruh pelosok Desa,” terang Hamdani.

BACA :  'Gercep' Tindaklanjut Laporan Warga Cara Iptu David Adhi Kusuma Tekan Angka Kriminalitas di Lebak

Sejauh ini, Disparpora Kabupaten Serang telah sukses membina sekitar 20 pokdarwis di Kabupaten Serang, seperti:

1. Panorama Alam Pasir Buyut yang terletak di Desa Pasirbuyut, Kecamatan Jawilan.

2. Religi Desa Pagitungan yang terletak di Desa Pagitungan, Kecamatan Jawilan.

3. Arya Singaraja yang terletak di Desa Singarajan, Kecamatan Pontang.

4. Pontang Bersahaja yang terletak di Desa Pontang, Kecamatan Pontang.

5. Kreasi Taruna yang terletak di Desa Tanara, Kecamatan Tanara.

6. Ta’jul Arasa yang terletak di Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara.

7. Syekh Bajang yang terletak di Desa Tenjo Ayu, Kecamatan Tanara.

8. Kibuyung Keling yang terletak di Desa Sukamanah, Kecamatan Tanara.

9. Kreasi Taruna yang terletak di Desa Tanara, Kecamatan Tanara.

10. Wisata Jala Tunda yang terletak di Desa Warga Sara, Kecamatan Tirtayasa.

11. Karya Muda yang terletak di Desa Sampar Wadi, Kecamatan Tirtayasa.

12. Bulakan Maju, yang terletak di Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka.

13. Anindya Pramudita yang terletak di Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka.

14. Dayang Sumbi yang terletak di Desa Kubang, Kecamatan Cinangka.

15. Mahkota Ratu yang terletak di Desa Suka Ratu, Kecamatan Cikeusal.

16. Eko Wisata Situterate yang terletak di Desa Situterate, Kecamatan Cikande.

17. Sadar Wisata yang terletak di Desa Pamarayan, Kecamatan Pamarayan.

18. Tunas Karya Wisata yang terletak di Desa Tambang Ayam, Kecamatan Anyar.

19. Puncak Manik yang terletak di Desa Banjarsari, Kecamatan Anyar.

20. Pulo Kalih yang terletak di Desa Pulo Ampel, Kecamatan Pulo Ampel, dan masih banyak yang lainnya.

Nah, buat travelers yang ogah pergi jauh-jauh dari Jakarta untuk berwisata alam, rasanya kalian wajib mengunjungi Desa Wisata Cikolelet ini. Ayo buruan berangkat, games!!(adv) 

 



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler