Connect with us

Berita Terbaru

PSBB di Kota Serang Diperpanjang hingga 11 Oktober 2020, tapi 8 Pos Check Point Ditutup karena Tak Efektif

Published

on

FOTO ILUSTRASI PSBB. (Okezone)

Serang – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Serang, Banten, yang berlangsung selama 14 hari sejak tanggal 10 sampai 24 September 2020 telah selesai. 

Meski demikian, PSBB itu belum efektif menekan angka Kasus Terkonfirmasi (KK) di ibukota Provinsi Banten. Pasalnya, berdasar laporan dari infocorona.serangkota.go.id, saat ini sudah ada 185 KK dengan rincian 70 orang masih dirawat, 86 orang sembuh dan 5 orang meninggal dunia.

Masih banyaknya KK tersebut, akhirnya pemeritah Kota Serang memperpanjang PSBB kedua yang akan mulai tanggal 28 September hingga 11 Oktober 2020. 

PSBB tahap dua ini rencananya akan menghilangkan delapan pos Check Point yang dianggap tidak efektif. Pemkot di PSBB lanjutan ini akan lebih mengintensifkan penyemprotan disinfektan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). 

BACA :  35 Warga Sumur Pandeglang Keracunan Usai Makan Bubur Ayam

“Perwalnya keluar hari Senin, PSBB akan berlangsung selama dua pekan, Rencana ini telah dikoordinasikan Walikota Serang bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ujarnya Kepala Bagian Hukum Pemkot Serang, Subagyo kepada awak media, Jumat 25 September 2020.

Subagyo menjelaskan, acuan penerapan PSBB tahap kedua ini yakni Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.214- Huk/2020 tentang Perpanjangan Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Provinsi Banten Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

“Pertimbangan utamanya karena terdapat penambahan jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19,” katanya. 

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan mengatakan, pada penerapan PSBB tahap kedua ini, peran BPBD melakukan penyemprotan bersama DLH.

“Hasil evaluasi kemarin di rapat bersama Pak Wali, check point dihapuskan diganti dengan penyemprotan disinfektan,” katanya. 

BACA :  Gedung Nyaris Ambruk, Begini Pelaksanaan UAS di SDN 2 Tambak Lebak

Dikatakan Diat, penerapan check point di delapan titik dianggap tidak efektif karena jumlah kasus positif Covid-19 terus mengalami peningkatan.

“Jumlah pasien terkonfirmasi positifnya bertambah. Jadi, diganti dengan penyemprotan disinfektan,” terangnya. 

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Serang, W Hari Pamungkas mengatakan, penghapusan check point karena dianggap tidak efektif.

“Ke depan tidak ada Check point,” tungkasnya. 

Editor : Engkos Kosasih



Terpopuler