Connect with us

Advertorial

Layak Jadi Percontohan! Pondok Pesantren di Solear Tangerang Bentuk Gugus Tugas Covid hingga Tingkat Kamar, Begini Ketatnya Protokol Kesehatan Dijalankan

Published

on

Satgas COVID-19 Kabupaten Serang saat memantau penerapan protokol kesehatan di Pondok Pesantren Budi Mulia, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang. (Foto: IKP Diskominfo Kabupaten Tangerang)

Tangerang – Penerapan protokol kesehatan ketat di lingkungan Pondok Pesantren Budi Mulia yang berlokasi di Jalan Kampung Leungsir, Kampung Ranca Gede, Desa Munjul, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, bisa dijadikan acuan pengelola pondok pesantren lain.

Disiplin menerapkan protokol kesehatan di Pondok Pesantren Budi Mulia dilakukan secara terorganisir, dilengkapi dengan sarana penunjang yang memadai.

Dikutip BantenHits.com dari laman tangerangkab.go.id, baiknya penerapan protokol kesehatan di Pondok Pesantren Budi Mulia diketahui setelah Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Tangerang, Hery Haryanto, bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Infotmatika Tini Wartini, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Desiriana Dinardianti mengujungi langsung pesantren pada Jumat, 16 Oktober 2020.

BACA :  Surati PT KAI dan KCI, Bupati Iti Ingin Layanan KRL ke Stasiun Rangkasbitung, Citeras dan Maja Dihentikan Sementara

“Pondok pesantren Yayasan Budi Mulia bisa menjadi percontohan penerapan protokol kesehatan COVID-19 di lingkungan pesantren,” kata Hery Heryanto.

Hery yang juga menjabat Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Tangerang mengungkapkan, Ia senang sekali menerima undangan dari Yayasan Budi Mulia terkait dengan implementasi penanganan COVID-19 di Kabupaten Tangerang, khususnya di pesantren Budi Mulia.

“Saya juga kaget setelah kita melihat satu persatu protokol kesehatan yang sudah benar-benar diterapkan dengan baik dan juga sarana penunjang lainnya mendukung disini, dan ternyata di sini sudah luar biasa penerapannya,” ucapnya.

Penerapan protokol kesehatan yang baik di pesantren ini, lanjutnya, ditunjang dengan lahan yang luas juga udara yang relatif bagus karena berada di lingkungan yang masih asri.

Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Tangerang memastikan Pesantren Budi Mulia, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang layak menjadi percontohan penerapan COVID-19. (Foto: IKP Diskominfo Kabupaten Tangerang)

Sementara itu Teteng Jumara selaku pembina Yayasan Budi Mulia mengatakan, di era masa pandemi COVID-19 ini untuk Pondok Pesantren Budi Mulia telah melaksanakan protokol kesehatan 4M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan.

BACA :  Bahas Perbup New Normal, Bupati Iti: Harus Ditaati Oleh Semuanya

Setiap anak santri diwajibkan dan melaksanakan protokol ini dengan disiplin tinggi dan dilakukan pengawasan yang ekstra ketat.

“Anak-anak tidak diperkenankan untuk keluar dengan bebas atau dari pihak orang tua yang berkunjung juga kita batasi kita hanya di lingkungan pondok ini saja dengan begitu meminimalkan kerawanan penyebaran COVID-19,” jelas Teteng.

Menurut Teteng, selama pandemi COVID-19, kegiatan para santri berjalan seperti biasa hanya saja ditambah dengan protokol kesehatan COVID-19 dilaksanakan dengan ketat.

“Alhamdulillah sampai dengan saat ini dan mudah-mudahan sampai seterusnya di lingkungan Ponpes Budi Mulia dan SMP dan SMA IT Bina Pekerti tetap bisa menjaga protokol kesehatan ini untuk selanjutnya sampai dengan masa pandemi ini berakhir,” ujarnya.

BACA :  Dua Tahun Berdiri, Diskominfo Kabupaten Lebak Sodorkan Informasi Cepat dan Pelayanan Maksimal

Sekretaris Gugus Tugas COVID-19 Ponpes Budi Mulia, Dadan Mardiana mengatakan, di pesantren telah dibentuk Gugus Tugas penanganan COVID-19, bahkan hingga ke kamar-kamar santri ada perwakilan gugus tugas. Dan pihaknya juga selalu berkoordinasi dan komunikasi dengan seluruh gugus di kecamatan.

“Alhamdulillah kami rutin koordinasi dengan puskesmas dan selalu membackup kami dan kami juga sudah melakukan kerjasama dengan puskesmas dalam pencegahan dan sosialisasi, kami berharap COVID-19 bisa segera usai,” katanya.(Advertorial)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler