Connect with us

Berita Terbaru

23 Perusahaan Besar Bangkrut saat Covid-19, Angka Pengangguran Kab. Tangerang Tertinggi di Banten

Published

on

Ilustrasi pengangguran. (FOTO: tempo.co)

Ta­ngerang – Kabupaten Tangerang saat ini menempati peringkat pertama angka pengangguran terbuka di Provinsi Banten. Penyebabnya, diyakini terjadi akibat banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) serta perusahaan-perusahaan yang angkat kaki atau tutup dari wilayah penyangga Ibukota DKI Jakarta tersebut.

Sebelumnya diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) Banten merilis tingkat pengangguran terbuka menurut kabupaten/kota pada periode Agustus 2020. Hasilnya, Kabupaten Tangerang memuncaki urutan pertama dengan angka 13,06 disusul Kota Cilegon 12,6, Kabupaten Serang 12,22, Kabupaten Lebak dengan angka 9,63.

Angka pengangguran di Kabupaten Tangerang terpaut jauh meninggalkan tetangganya sendiri yang notabene memiliki basis industri terbesar di Provinsi Banten yaitu Kota Tangerang dengan angka 8,63. Jumlah ini pun, masih lebih rendah jika dibandingkan Kota Serang dengan angka 9,26, Kabupaten Pandeglang 9,15 dan paling rendah Kota Tangerang Selatan dengan angka 8,48.

BACA :  Kapolresta Tangerang Klaim Angka Kejahatan Menurun

Tingginya angka PHK para karyawan perusahaan diyakini menjadi penyebab utama angka pengangguran terbuka di Kabupaten Tangerang melesat secara drastis. Padahal pada Agustus 2019 atau tepatnya tahun lalu, jumlah ini masih terbilang relatif rendah dengan angka 8,92.

“Total jumlah karyawan PHK dan yang dirumahkan itu yang masuk ke kami saja sudah mencapai sekitar 37 ribu orang. Meskipun ada yang masih berstatus dirumahkan, tapi nanti itu tergantung kebijakan dari perusahannya apakah mereka akan dipanggil kerja lagi atau tidak,” kata Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) Disnaker Kabupaten Tangerang Hendra kepada Bantenhits.com, 9 November 2020.

Selain PHK, jumlah perusahaan yang harus angkat kaki dan menutup aktivitas produksinya di Kabupaten Tangerang juga mencatatkan angka yang relatif tidak sedikit. Hingga akhir Oktober 2020, tercatat sudah ada 23 perusahaan besar yang harus gulung tikar lantaran tersumbatnya proses distribusi barang selama pandemi Covid-19.

BACA :  ABG di Serang Jadi Korban Curanmor, Begini Modusnya

“Mereka rata-rata tidak bisa bertahan dan harus menutup biaya produksi yang tidak sedikit selama pandemi. Ini rata-rata merupakan pabrik-pabrik besar di Kabupaten Tangerang seperti pabrik sepatu sampai industri penghasil komponen otomotif,” ujar Hendra.

Teranyar, kata Hendra, gelombang PHK besar-besaran juga akan terjadi di salah satu pabrik sepatu di wilayah Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Berdasarkan data yang ia terima, pabrik tersebut terpaksa harus merumahkan sekitar 1.800 karyawannya pada akhir November 2020.

“Karena mengalami kerugian dua tahun berturut-turut, mereka sudah tidak kuat dan memutuskan untuk menutup pabrik karena ordernya juga sudah tidak ada. Kalau ditambah sama yang ini, berarti total nanti mencapai 40 ribuan karyawan yang terkena PHK di Kabupaten Tangerang,” tuturnya.

BACA :  Syafrudin Setuju Bioskop di Kota Serang Kembali Dibuka, Omar Institute: Jangan Bikin Blunder

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler