Connect with us

Berita Terbaru

Dua Gubernur Ini Jadi Korban Hoaks soal COVID-19, Begini Ceritanya

Published

on

Layer hoaks Kominfo soal Gubernur Yogyakarta. (FOTO Tangkap Layar)

Jakarta- Masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Kalimantan Timur dan Yogyakarta tengah dihebohkan oleh sebuah kabar tak benar.

Ya, kabar hoaks itu menampilkan foto Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor disertai narasi yang menyebutkan bahwa orang nomor satu di Kaltim itu mengganti rugi semua UMKM yang tutup 2 hari 6-7 Februari, menggunakan dana penanganan Covid-19 yang masih berlimpah.

Dalam narasi tersebut juga disebutkan bahwa para pedagang dan pengusaha dapat mengirimkan data usahanya via online atau datang langsung ke rumah Gubernur Isran Noor untuk pencairan dana ganti rugi.

Faktanya, dal siaran pers yang diterima Bantenhits dari Kominfo informasi pada gambar tersebut adalah tidak benar dan tidak memiliki sumber kredibel.

BACA :  Pemkab Lebak Didesak Perketat Pengawasan Tenaga Kerja Asing

Pada website milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim HM Sa’bani menegaskan informasi
pada gambar tersebut adalah hoaks.

Berbeda halnya dengan di Yogyakarta. Ya, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menjadi korban hoaks.

Hoaks Gubernur Kaltim. (FOTO Tangkap Layar)

Dalam sebuah narasi disebutkan bahwa, Gubernur menganjurkan untuk menutup semua pasar dan tempat wisata pada tanggal 6 dan 7 Februari 2021.

Faktanya, Setelah ditelusuri, kabar yang beredar tersebut tidak benar alias hoaks.

Dikutip dari akun twitter @humas.jogja Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa pada tanggal 6 dan 7 Februari 2021 tidak ada penutupan pasar dan tempat wisata di DIY.

Aturan mobilisasi masyarakat DIY masih mengacu Instruksi Gubernur No.4/INSTR/2021 tentang PTKM (PTKM) yang berlaku hingga 8 Februari 2021.

BACA :  Tawuran Pemuda Jelang Sahur di Kota Tangerang Direncanakan lewat Tiga Aplikasi Medsos Ini

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler