Connect with us

Berita Terbaru

Kepergok Maling Motor Warga Lalu Diumumkan di Toa Masjid: Residivis Pickup di Lebak Tewas Diamuk Massa

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Pelaku pencurian motor di Kampung Ketos, Pasar Kemis diamuk massa. (FOTO Tangkap Layar)

Lebak- DE (30) DE (30) warga Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, tewas diamuk massa, Minggu, 9 Mei 2021.

Ya, pria yang diketahui seorang residivis pencurian mobil pickup itu meregang nyawa setelah kepergok mencuri sebuah motor milik di Kampung Babakan, Desa Citorek Tenggah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak.

Saat beraksi DE dibantu oleh seorang temannya yang saat ini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.15 WIB. DE dan temannya memetik sebuah sepeda motor Beat dengan nomor polisi F 3080 FEF milik Sarhaya yang terparkir di Mushola Nurul Iman, Kampung Babakan, Citorek Tengah saat jam berbuka puasa.

BACA :  Bukan Nikahan, Janur Kuning di Gerbang Pendopo Tanda Hajatan Warga Lebak

Apesnya, aksi mereka kepergok oleh Sarhaya. Ia pun langsung meneriaki maling dan mengumumkannya melalui penggeras suara atau toa masjid.

Pelaku yang panik langsung melarikan dengan memacu motor hasil curiannya ke arah Desa Citorek Timur. Namun, pergerakan dari pelaku sendiri berhasil dihadang warga.

Karena sudah terkepung, Pelaku bersembunyi ke salah satu rumah warga di Citorek Tengah dengan membawa sebilah senjata tajam berupa golok.

Dinilai membahayakan karena membawa sebilah golok, warga yang berjumlah banyak langsung menghakimi pelaku hingga meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Lebak IPTU Indik Rusmono membenarkan kejadian tersebut. Dikatakanya, DE sendiri merupakan residivis pencurian mobil pick up terbuka alias lobak pada tahun 2019 lalu.

BACA :  Lagi dan Lagi! Warga Miskin di Banten Harus Ditandu Bambu untuk Dapatkan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas

“Tersangka DE merupakan residivis pada tahun 2019,” kata Indik, Senin, 10 Mei 2021.

“Kini Satreskrim Polres Lebak tengah melakukan pengejaran terhadap temannya yang kini masuk ke dalam DPO,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ciladaeun Yayat Dimyati membenarkan DE merupakan warganya.

“Iya benar itu warga saya, ” kata Yayat.

Yayat menerangkan, kini Jenazah DE telah dikuburkan di rumah duka. Dan pihak keluarganya pun sudah menerima kejadian tersebut.

“Yang bersangkutan sudah dimakamkan, dan keluarga menerima serta menolak dilakukannya autopsi, ” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler