Connect with us

Advertorial

Senangnya! Pilkades di Pandeglang Bisa Lancar Digelar tanpa Ada Protokol Kesehatan yang Dilanggar

Published

on

Bupati Pandeglang, Irna Narulita dan Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Yusharto Huntoyungo, saat monitoring sejumlah TPS di Pilkades Pandeglang. (Istimewa)

Pandeglang – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Pandeglang menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya klaster baru penyebaran COVID-19.

Pelaksanaan Pilkades di Pandeglang telah diatur dalam peraturan Bupati Nomor 7 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa di Masa Pandemi COVID-19.

“Kami telah mengatur mengenai penerapan protokol kesehatan dan pembatasan DPT maksimal 500 orang per TPS,” kata Bupati Pandeglang, Irna Narulita, Minggu 17 Oktober 2021.

Selain itu Irna menilai, pelaksanaan Pilkades berjakan kondusif. Karena telah dibantu oleh 4.189 personel gabungan, Polri 1.242, TNI 391, dan Linmas 2.556, serta seluruh Kepala Dinas sebagai Binwil berada di lapangan.

BACA :  Pemkot Tangerang Boyong Dua Penghargaan ISNA 2020; Bidang Pelayanan Covid-19 dan Pendidikan

“Kami bekerja dibantu semua pihak mulai dari Forkopimda hingga ditingkat desa, Forkopimda kami solid sehingga pelaksanaan Pilkades berjalan aman dan kondusif,” tutupnya.

Diketahui Bupati Pandeglang, Irna Narulita turut mendampingi Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Yusharto Huntoyungo, s
melakukan monitoring ke sejumlah TPS.

Pilkades di Pandeglang Dipastikan Kondusif. (Istimewa)

Seperti TPS 1 Desa Palurahan, Kecamatan Kaduhejo, TPS 2 Desa Batubantar Kecamatan Cimanuk, TPS 2 Kadudampit Kecamatan Saketi dan TPS 3 Desa Citeureup Kecamatan Panimbang.

Sementara Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Yusharto Huntoyungo, setelah melakukan monitoring menilai pelaksanaan Pilkades di Pandeglang sudah menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Menurutnya, hal tersebut terlihat saat masyarakat akan melakukan pencoblosan.

“Prokes sudah diterapkan mulai dari pintu masuk disediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, ada pengecekan suhu tubuh, dan masyarakat yang akan mencoblos ditempatkan dengan kursi yang telah disesuaikan,” terangnya.

BACA :  Pemerintah Indonesia Awasi Ketat Pembuatan Vaksin COVID-19 di Tiongkok

Dengan demikian, dikatakan Yusharto Huntoyungo alur yang dilakukan pada Pilkades serentak di Pandeglang sudah sesuai dengan perundangan yang ditetapkan yaitu adanya gerai vaksin ditiap TPS.

“Diharapkan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi demi mewujudkan kekebalan komunal sekaligus mendukung percepatan program vaksinasi,” tandasnya. (Advertorial)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler