Connect with us

Berita Pemda

Angka Stunting di Kabupaten Tangerang Disebut Bisa Turun dengan Si Melon, Apa Itu?

Published

on

Kepala DPPKB Kabupaten Tangerang saat launching program Masyarakat Sehat Berkala Menuju Zero Stunting alias Si Melon. Program ini adalah program unggulan kolaboratif antara Pemkab Tangerang dengan Community Development Program PT. Kukuh Mandiri Lestari PIK 2.(Foto: tangerangkab.go.id)

Tangerang – Stunting masih menjadi masalah utama tumbuh kembang bayi dan balita di Indonesia. Kondisi tersebut harus segera dientaskan karena dapat menghambat momentum generasi emas.

Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Tangerang telah melakukan beragam upaya untuk menurunkan angka stunting. Kekinian, angka stunting di Kabupaten Tangerang disebut akan turun dengan Si Melon.

Hal tersebut disampaikan Kepala DPPKB Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi saat menghadiri acara Launching Program CSR Si Melon, Kamis, 16 Juni 2022.

BACA :  Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Lebih Rendah Dibandingkan Negara Lain

Lalu, apa itu Si Melon yang disebut bisa menurunkan angka stunting di Kabupaten Tangerang?

Ternyata Si Melon merupakan akronim dari Masyarakat Sehat Berkala Menuju Zero Stunting. Si Melon adalah program unggulan kolaboratif antara Pemkab Tangerang dengan Community Development Program PT. Kukuh Mandiri Lestari PIK 2.

Program kolaboratif ini siap dibumikan di Kabupaten Tangerang dan menyasar seluruh warga yang jadi sasaran program.

“Semoga dengan adanya program kerjasama ini dapat membantu Pemerintah Daerah dalam rangka melakukan pencegahan penanggulangan dan juga penanganan stunting di Kabupaten Tangerang,” ucap Hendra seperti dikutip BantenHits.com dari laman resmi Pemkab Tangerang.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mengucapkan terimakasih atas bantuan dan juga kerjasama pihak swasta dalam hal ini PT. Kukuh Mandiri Lestari PIK 2,” lanjutnya.

BACA :  Aksi Polisi di Lebak Bikin Geleng-geleng Kepala; Naik ke Bak Truk Lalu Pergoki Warga yang Bersembunyi

Program Si Melon ini memang baru berjalan di Kecamatan Teluknaga, dengan berfokus di 4 Desa yaitu Desa Muara, Desa Lemo, Desa Pangkalan, dan Desa Tegal Angus.

Dalam program ini, nantinya para ibu hamil dan anak balita yang berada di bawah garis merah akan dilakukan pendampingan, dan juga akan diberikan asupan tambahan yang bergizi.

Sementara itu, Restu Mahesa selaku Direktur Township Management PIK2 menuturkan, pihaknya akan selalu mendukung salah satu program fokus pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menurunkan angka stunting.

Terkait hal ini, PT. Kukuh Mandiri Lestari PIK 2 memberikan paket bagi ibu hamil berisi susu untuk ibu hamil, sedangkan untuk balita berisi susu dan makanan pendamping.

BACA :  Buat Bumil! Jangan Takut Memeriksakan Kandungan saat Pandemi Covid-19, Simak Panduan dari Ahli

“Bantuan program ini kami harapkan dapat menjadi salah satu upaya peningkatan gizi masyarakat, khususnya anak balita dan ibu hamil yang terdampak langsung pada penurunan angka stunting di Kecamatan Teluknaga,” ujar Restu.

Editor: Fariz Abdullah

 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler